Senyum Sumingrah Raja Willem dan Pesona Ratu Máxima Belanda di Kampung Cyber

Tiba di Kampung Cyber Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima Zorreguieta Cerruti disambut warga (Foto : Dinda Isradilah)

Kampung Cyber, Yogyakarta – Pukul satu siang ini matahari nampak malu-malu memancarkan sinarnya. Sedang angin berhembus dengan lembut untuk menjaganya tetap nyaman. Kerumunan orang tersebar di sepanjang jalan bersorak girang menantikan sosoknya. Mulai dari warga negara Belanda sendiri hingga penduduk Kampung Cyber. Tak terlewat, jajaran orang-orang berseragam pun terlihat sigap berdiri memastikan keamanan. 20 menit telah berlalu, Ratu dan Raja sedikit terlambat. Barangkali karena masih menikmati sajian kuliner lokal, atau terlalu asik berbincang dengan Sultan HB X. Sebelum mengunjungi Kampung ini, rombongan Raja sudah mampir dahulu berkunjung ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Serta setelah mampir ke Kampung ini, perjalanan akan akan dilanjutkan ke UGM dan Ramayana.

Ratu Máxima Zorreguieta Cerruti bersama keluarga Sultan Hamengku Buwono X dan rombongan di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat pada kunjungan pertama (Foto : Dinda Isradilah)

Mula-mula rombongan kulit putih berbondong-bondong memasuki gang kecil dengan penampilan rapi dan dasinya. Kulihat mereka memegang kamera dan seperangkat alat lainnya, wartawan Belanda pikirku. Kemudian mereka sedikit mempercepat langkahnya mengatur posisi untuk mendapat gambar terbaik. Dibelakangnya disusul ajudan berbadan tegak yang mempersilahkan Raja Willem Alexander dan Ratu Máxima Zorreguieta Cerruti memasuki Kampung Cyber. 

Tak kira-kira, sontak perempuan yang genap berusia 48 tahun pada bulan Mei mendatang ini melempar pesona ke seluruh hadirin yang datang. Bersama Sang Raja, Ia tersenyum sumingrah, menjelaskan kebahagiaan diwajahnya. Melihat Sang Ratu tersenyum bunga pun tak mampu menahan mekar. Gaun putih yang ia kenakan menambah keanggunan dirinya. Tentu saja rakyat Belanda benar-benar beruntung, memiliki ratu cerdas, cantik, dan begitu anggun. Perempuan kelahiran Buones Aires ini terbukti pintar dan berpengetahuan luas. Dia memiliki gelar master di bidang ekonomi dan memegang sejumlah posisi tinggi sebagai bankir investasi. Tak heran kemudian dia ditunjuk sebagai penasihat khusus jenderal sekretaris PBB untuk pendanaan inklusif untuk pembangunan.

Kunjungan selama 30 menit ini dimanfaatkan Raja Wileam untuk mengambil pesanan baju batiknya di Galeri Batik’e Lok Iwon. Iwan, Pemilik gerai mendesain batik pesanan Raja dengan gaya klasik kontemporer. Raja dan Ratu Belanda rela blusukan, berjalan kaki berkeliling ke Kampung Cyber di RT 36/ RW 09, Kelurahan Patehan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta.

(Dinda Isradilah)

Posting Komentar

0 Komentar