Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi salah satu tempat pelaksanan tes CPNS tahun 2020. Adanya tes CPNS di lingkungan kampus membuat jalan mengalami kepadatan volume kendaraan terutama di hari Senin (10/02).
Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) kembali digelar pada 27 Januari sampai 25 Februari 2020 mendatang. Tes SKD CPNS yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) ini dilaksanakan di 33 titik lokasi di seluruh Indonesia.
Sebagai salah satu lokasi pelaksanaan tes, Jawa Tengah khususnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, Banjarnegara, dan Rembang mempercayakan lokasi pelaksaan tes di Yogyakarta tepatnya di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). UNY dipercayai untuk menyelenggaran Computer Assisted Test (CAT) bagi peserta tes SKD CPNS selama kurang lebih satu bulan. CAT tersebut dilaksanakan di UPT TIK UNY atau yang sering disebut LIMUNY. Dikatakan oleh Humas UNY, saat ini UNY menyediakan 300 unit komputer untuk 6.659 peserta Tes CPNS.
Adanya kegiatan CAT SKD CPNS menimbulkan permasalahan baru di lingkungan kampus terutama bagi para pengendara sepeda motor. Pertambahan volume kendaraan dan parkir mobil di sepanjang jalan menimbulkan kemacetan terutama di perempatan timur Fakultas Ekonomi. Hal ini dirasakan oleh mahasiswa khususnya yang kuliah di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Ekonomi (FE). Menurut Kushen, salah satu mahasiswa Pendidikan Sejarah FIS UNY, adanya kegiatan Tes CPNS di LIMUNY cukup menganggu aktivitas mahasiswa. Hal tersebut dikarenakan parkir yang kurang tertata. Sementara itu, Bagas, mahasiswa jurusan Manajemen FE UNY juga turut merasa terganggu saat hendak menuju parkiran FE. “Aku terganggunya ya karena seperti kurang koordinasi, dan bedampak besar bagi mahasiswa. Dan dengan adanya tes CPNS itu ketika aku datang ke FE dengan motor terkadang susah untuk masuk.”
Terhitung ada setidaknya 2-3 satpam yang turut mengatur jalannya lalu lintas di perempatan tersebut. Namun demikian, mahasiswa masih saja merasa terganggu mobilitasnya ketika hendak menuju parkiran fakultas. “Berharapnya sih kedepannya ada perbaikan dari pihak atas. Kita mahasiswa selain butuh ruang untuk belajar juga butuh sarana yang memadai guna mendukung proses belajar,” pungkas Bagas. (Kristina)
0 Komentar