PSIM LAUNCHING 24 PEMAIN, EMPAT JERSEY DAN SPONSOR

PSIM Yogyakarta gelar perkenalan skuad yang siap berlaga di Liga 2 wilayah barat musim 2020, sekaligus launching jersey dan sponsor di Balai Kota Yogyakarta, pada Rabu (11/3/2020) malam

YOGYAKARTA – Persatuan Sepakbola Indonesia Mataram atau PSIM Yogyakarta gelar perkenalan skuad yang siap berlaga di Liga 2 wilayah barat musim 2020, sekaligus launching jersey dan sponsor di Balai Kota Yogyakarta, pada Rabu (11/3/2020) malam. Selain memperkenalkan 24 pemainnya, PSIM juga me-launching-kan empat jersey resmi terbaru tahun 2020 yang langsung dikenakan oleh para pemainnya.

Ada empat jersey yang akan dikenakan tim berjuluk “Laskar Mataram” untuk menatap Liga 2 wilayah barat musim 2020 yakni jersey kandang berwarna biru dan tandang berwarna putih beserta dua jersey goal keeper berwarna abu-abu dan merah terang. Kali ini desaigner jersey PSIM 2020 merupakan warga asli Yogyakarta yang juga menjadi bagian dari keluarga PSIM, yaitu dalam tim media officer dan kreatif, Ditya Fajar Rizkizha.

Pertama, pada jersey kandang di dominasi warna biru yang sudah menjadi warna khasnya dengan paduan dongker dan kombinasi garis emas serta motif batik di pundak, lalu disematkan garis horizontal berjumlah sembilan, dengan perpaduan lima garis berwarna biru dongker dan empat garis biru benhur. Makna dari garis horizontal warna biru dongker menggambarkan kesan ketenangan dan jumlahnya ada lima, bermakan dalam budaya Jawa menganut sistem “panca” yang berarti kekuatan dalam diri. Empat garis mendatar warna biru benhur menjurus pada kata “kerta” atau kemenangan. Total jumlah garis pada jersey home ini berjumlah 9 yang bermakna “Hanggatra” yaitu kesempurnaan. Dua garis emas “dwi” dipundak memiliki arti keseimbangan. Dan juga masih pada bagian pundak terdapat motif batik “parang rusak” sebagai identitas dari Yogyakarta. Kemudian warna emasnya diambil dari warna kebanggaan lambang Kraton Ngayogyakarta yang didasari dari segi heritage, dimana warna kuning emas melambangkan prestasi, kesuksesan, dan kejayaan.

Jadi, secara keseluruhan jersey home milik PSIM Jogja musim 2020 memiliki arti luas yaitu kekuatan diri untuk meraih kemenangan menuju kesempurnaan atau  kejayaan (naik kasta ke Liga 1) dengan didasari keseimbangan antara doa dan kerja keras,” jelas Ditya kepada para wartawan yang hadir.

Kedua, untuk jersey tandang didominasi warna putih yang dilengkapi dengan lima buah garis vertikal, tiga buah garis vertikal berwarna biru dan dua garis vertikal berwarna abu-abu dengan background transparan batik parang rusak dikeseluruhan jersey. Makna garis vertikal pada jersey away melambangkan kesan “stabil” dan “memberi kekuatan”. Garis biru vertikal yang berjumlah tiga buah mempunyai makna bahwa tim PSIM Jogja bersinergi dengan dua kelompok suporter setianya, yaitu Brajamusti dan The Maident untuk bersama-sama berkompetisi di liga dua Indonesia. Kemudian, kombinasi antara dua garis abu-abu dan tiga garis biru dengan pola batik parang rusak, mempunyai arti sama dengan “dwi” atau keseimbangan. Makna dari warna abu-abu memiliki kesan yang elegan pada tampilan jersey ini. Garis pada lengan dan leher yang  berwarna emas pada jersey tandang yang bermakna kemenangan.

Arti luasnya bahwa pada jersey away ini memiliki makna kekuatan stabil yang dimiliki PSIM Jogja melalui dukungan penuh kedua suporternya untuk meraih kemenangan pada laga tandang,” lanjut Ditya.

Deretan sponsor besarpun tak luput diperkenalkan secara resmi oleh PSIM Yogyakarta. Mulai dari Kratingdaeng, Tolak Angin, Teh Kotak, Le Minerale dan Bank Mandiri tersemat pada empat jersey-nya. Dengan sponsor besarnya, mereka yakin akan sangat membantu tim untuk naik kasta dan promosi di Liga 1 Indonesia 2021.

PSIM Yogyakarta gelar perkenalan skuad yang siap berlaga di Liga 2 wilayah barat musim 2020, sekaligus launching jersey dan sponsor di Balai Kota Yogyakarta, pada Rabu (11/3/2020) malam

Saat ini kami umumkan, kita punya sponsorship yang terdiri dari, top sponsor yaitu Kratingdaeng, main sponsor Teh Kotak, official parter dari Tolak Angin, official partner Bank Mandiri, serta ada suporting partner yaitu Le Minerale dan Sunpride,” ungkap Liana Tasno, Deputi Komersial, Sponsorship dan Marketing PSIM Yogyakarta. 

Selain jersey, tim asuhan coach Seto Nurdiantoto juga memperkenalkan para pemainnya yang siap bertempur habis-habisan dalam mengarungi liga 2 musim 2020 agar naik tahta ke Liga 1 Indonesia. Total 24 pemain siap berlaga bersama PSIM Yogyakarta, diantaranya ada pemain bintang seperti Martinus, Purwaka Yudi, dan Beny Wahyudi.

Produksi jersey PSIM Yogyakarta masih dilakukan secara mandiri oleh official sama seperti musim 2019. Sehingga tidak ada brand apparel tersemat di jersey tersebut.

(Ihsan Risniawan)

Posting Komentar

0 Komentar