![]() |
| Nutur Coffee berlokasi di Jl. Mondorakan No.A-108, Sayangan, Jagalan, Kec. Kotagede, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta |
Coffee Shop atau Cafe dewasa ini banyak dimanfaatkan oleh para pelanggannya sebagai tempat untuk nongkrong dengan teman-temannya. Coffee Shop dibuat senyaman mungkin bagi pengunjungnya agar betah berlama-lama. Keadaan yang nyaman sekarang banyak dicari oleh pelanggannya untuk sekedar mengobrol atau mengerjakan tugas dengan teman-temannya.
Tidak hanya di kota besar seperti Jakarta, Bandung, Bali, dan lainnya yang memiliki referensi cafe yang menyajikan kopi yang enak sekaligus dengan tempat yang nyaman. Yogyakarta-pun saat ini ramai dibanjiri varian referensi cafe yang menyajikan makanan enak, tempat yang sedemikian nyaman bagi para pengunjungnya dan juga interior yang memanjakan mata. Dengan banyaknya referensi cafe yang ada di Yogyakarta membuat para remaja mudah untuk mencari kopi.
Salah satunya adalah Nutur Coffee atau Kopi Nutur yang ada di Kotagede, Yogyakarta. Berbagai menu kopi yang disediakan di cafe ini berasal dari biji kopi nusantara. Tidak hanya para remaja yang mengunjungi cafe yang satu ini, orang dewasa dan bahkan warga negara asing-pun banyak yang datang untuk mencicipi kopi yang disajikan oleh Nutur Coffee.
Harga yang ditawarkan Nutur Coffee ini pun beragam mulai dari Rp 4.000 sampai dengan harga Rp 35.000 sangat terjangkau bagi kantong mahasiswa. Banyak customer yang berdatangan ke tempat ini karena mereka merasa kopi yang disajikan oleh Nutur Coffee yang enak dan khas, apalagi tempatnya yang kental dengan nuansa khas Kotagede. Tempatnya outdoor, dan tepat dipinggir jalan dengan desain rumah tua khas Kotagede membuat banyak orang merasa ingin datang lagi dan bahkan banyak yang menjadi pelanggan tetap.
![]() |
| V60 Bali Ulian, salah satu menu di Nutur Coffee |
Menu yang disediakan-pun bervariasi, tidak hanya sekedar kopi saja, tetapi juga menyediakan teh yang diracik sendiri dan juga ada minuman olahan dari coklat. Mulai dari kopi yang diolah dengan cara V60, Vietnam Drip, Japanese Ice, French Press, Aeropress, Espresso, Tubruk tersedia di Nutur Coffee. Biji kopinya juga bervariasi, mulai dari arabica Bajawa dari Flores, Selo dari lembah Gunung Merapi dan Merbabu, Leste dari Timor Leste, Toraja dari Sumatra, Bali Ulian dari Bali, Robusta Kawi dan House Bland yang diracik dan di-roating sendiri oleh pemiliknya. Nutur Coffee juga memiliki menu kopi signature-nya yaitu kerenutur campuran durian dengan espresso dan juga es gegrak mataram yang memiliki komposisi santan, espresso, dan milk blend.
Nutur Coffee memiliki motto dalam bahasa Jawa yaitu “Delehen hape-mu, Nggambleh-o karo koncomu” yang berarti Letakkan smartphone-mu dan berbincang-bincanglah dengan teman-temanmu tidak sembarangan di usung oleh pemiliknya yaitu Aryo Yudanto. Motto itu dipilih karena saat ini orang-orang yang datang ke cafe hanya sekedar bermain game di ponselnya. Oleh karenanya, Nutur Coffee mencoba menghilangkan kebiasaan tersebut dengan tidak memfasilitasi cafe dengan kabel roll di setiap meja dan koneksi wifi. Tujuannya agar pembeli bisa berbincang-bincang bersama temannya.
Selain kopi dan tempatnya, pelayanan yang diberikan oleh para baristanya juga tidak jutek, karena para pegawai di cafe tersebut ramah dalam melayani pelanggan yang datang. Kebersihan dari tempat juga sangat mendukung bagi kenyamanan para pelanggannya oleh sebab itu para pegawai cafe tersebut selalu membersihkan meja yang sudah digunakan oleh pengunjung sebelumnya. Karena beberapa waktu terakhir dunia geger dengan adanya persebaran virus COVID-19 yang masif diberbagai belahan dunia, khususnya Yogyakarta, Nutur Coffee turut mengantisipasi dengan selalu menyemprotkan disinfektan saat membersihkan cafe dan hand sanitizer bagi pelanggan yang baru datang. Tentunya demi kebaikan, kenyamanan dan kesehatan customer maupun barista di Nutur Coffee.
Nutur Coffee buka enam hari dalam seminggu, dari pukul 15.30 wib sampai 00.00 wib saat weekdays dan 09.00 wib sampai dengan 00.00 wib saat weekends. Pada hari Selasa Nutur Coffee tutup untuk jeda sebentar.
(Ihsan Risniawan)


0 Komentar