Keindahan tempat tinggal dan lingkungan sekitar rumah merupakan salah satu faktor penentu bagi seseorang untuk mendapatkan rasa nyaman. Lingkungan yang indah dan nyaman adalah dambaan bagi semua orang, tak peduli apapun suku, ras dan status sosial lainnya. Terciptanya lingkungan yang indah juga tak terlepas dari tangan-tangan kreatif yang mampu merubah segala sesuatu menjadi tampak lebih indah. Bahkan tembok sekalipun dapat dimanfaatkan oleh tangan-tangan kreatif menjadi kanvas raksasa untuk dirubah menjadi karya seni yang menakjubkan.
Karya seni yang menggunakan tembok sebagai medianya atau lebih sering disebut Mural merupakan salah satu aliran dari seni lukis. Tujuan dari mural sendiri adalah untuk mengekspresikan perasaan seni para pelakunya, namun mural berbeda dengan seni lukis pada umumnya. Selain untuk mengekspresikan perasaan seni, mural juga terkadang digunakan sebagai media untuk menyampaikan pesan terkait isu-isu yang dianggap penting. Seni mural memanglah sangat sering kita jumpai di berbagai sudut kota-kota besar bahkan hingga ke pinggiran kotanya sekalipun. Seni mural yang ada kebanyakan berada di tembok-tembok kosong yang kemudian dimanfaatkan sebagai kanvas untuk melukiskan perasaan seni dan menyampaikan isu-isu oleh para pelakunya.
Seni mural di Yogyakarta sendiri dapat kita jumpai di daerah Dongkelan, Panggungharjo, Bantul, tepatnyad di gang menuju PT Samitex. Pada tempat tersebut, kita dapat melihat seni mural yang terlukis besar sepanjang kurang lebih 20 meter dan tinggi kurang lebih 3 meter. Seni mural juga dapat kita nikmati di tempat lain seperti tembok Stadion Kridosono yang seluruh temboknya dihiasi oleh guratan warna mural. Sabtu (14/3/2020) kami sempat bertemu dengan warga sekitar Dongkelan untuk meminta pendapat terhadap mural yang ada di daerah Dongkelan. Riko yang merupakan warga Jl. Dongkelan mengatakan, “adanya mural itu justru membuat tembok-tembok disini jadi kelihatan bagus, jadi enak dilihatnya, daripada kosong malah ditumbuhi lumut kan jadi kumuh kesannya.”
Dibalik keindahan seni mural yang dapat menghiasi kekosongan tembok-tembok di sudut kota, masih banyak pro dan kontra terkait adanya mural di dinding kosong. Mural merupakan bagian dari seni yang bertujuan untuk berekspresi dan juga memperindah, namun sayangnya masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa mural merupakan sebuah tindakan yang merusak, padahal tujuan dari mural lebih mulia dari stigma tersebut. Masyarakat masih banyak yang menganggap seni mural bukanlah sebuah seni melainkan salah satu bentuk vandalisme.
Vandalisme yang merupakan sebuah bentuk pengrusakan fasilitas publik atau pribadi dengan mencoret-coretnya dengan cat dan kata-kata yang tidak memiliki nilai. Hal tersebut jauh terbalik dengan mural yang sesungguhnya mempunyai sisi yang indah dan memiliki arti. Meskipun seperti itu, mural juga dapat dikategorikan sebagai sebuah vandalisme apabila tidak sesuai dalam penempatannya. Ketidak sesuaian tersebut apabila pelaku mural melukiskan ekspresinya pada tembok yang tidak semestinya dan tidak mendapatkan izin baik dari pemilik dinding atau dari pemerintah ataupun tidak dilakukan pada tempat yang sudah disediakan untuk dijadikan sebagai tempat mural.
(M. Fajar Kurniawan)

0 Komentar