![]() |
| Kaleb saat melakukan salah satu gaya aerobic gymnastic andalannya |
Badannya yang mungil tidak menutup semangatnya untuk terus berprestasi. Dengan giat berlatih setiap hari, dia mampu membawa sejumlah medali dan prestasi yang membanggakan.
Kaleb, panggilan akrab dari atlet cilik yang banyak membawa sejumlah prestasi dari kompetisi Gymnastic yang sering diikutinya. Berawal dari hobi, berubah menjadi prestasi. Tak tanggung-tanggung, dia mampu menyabet beberapa juara 1 di kompetisi Gymnastic.
Gymnastic sendiri merupakan salah satu olahraga yang saat ini mulai digemari banyak kalangan, tak terkecuali anak-anak. Dilansir dari Kompas.com, istilah gymnastic memiliki makna gerak badan atau olahraga yang dilakukan untuk kesegaran jasmani maupun untuk mencapai prestasi. Olahraga ini sudah dikenal sejak zaman penjajahan Belanda dan Jepang di Indonesia. Orang Belanda menyebutnya dengan sebutan 'gymnastic', sedangkan Jepang menyebutnya dengan istilah 'taiso'.
Berbeda dengan senam biasa, gymnastic merupakan senam yang dilakukan secara artistik dengan melatih kekuatan, kelincahan, kelenturan, dan kecepatan. Olahraga gymnastic pun diyakini dapat meningkatkan kedisiplinan, keatraktifan, dan percaya diri, utamanya pada anak-anak. Tak heran jika gymnastic digemari oleh anak-anak, salah satunya Kaleb sendiri.
Sejak tahun 2015, Kaleb mulai bergabung dan menekuni olahraga gymnastic ini. Berawal dari keikutsertaannya dalam bidang atletik yang dibawahi oleh teman ibunya, Kaleb pun diajak terjun ke dunia gymnastic. Uniknya lagi, pelatih tersebut tertarik untuk mengajak Kaleb ikut olahraga gymnastic karena melihat kakinya yang panjang serta tingkahnya yang aktif dan tidak bisa diam.
Sejak saat itu, dia mulai ikut latihan olahraga gymnastic, khususnya cabang aerobic. Dirinya menjelaskan bahwa dalam olahraga gymnastic dibagi menjadi tiga cabang, yakni: Artistik, Ritmik, dan Aerobic. Kaleb bergabung dengan salah satu klub Aerobic Gymnastic di DKI Jakarta, 'Estafet Indonesia', yang telah berdiri sejak tahun 2000. Ketekunannya dalam latihan bersama pelatih dari klub Estafet Indonesia menjadikan Kaleb mampu meraih juara dalam berbagai kompetisi gymnastic.
Terbukti, semua kompetisi yang diikutinya selalu berakhir dengan menyenangkan. Berbagai kompetisi nasional dan internasional pun tak luput dari genggamannya. Gerakannya yang penuh artistik namun lincah itu pun membuat banyak orang berdecak kagum.
![]() |
| Kaleb (kanan) bersama pelatih dan atlet terbaik di timnya |
“Sebenernya ikut lomba banyak banget, dan dapat juara. Aku inget ada beberapa, kayak FAGC 2016 dapat juara 1, POPNAS XIV 2016 peringkat 5, Jakarta Open 2017 juara 1, International Invitation 2018 juara 2, Latvia Open Cup 2019 peringkat 4, Jakarta Invitation 2019 juara 1, sama Kejurnas 2019 juara 1. Itu yang aku inget,” ujar atlet kelahiran Jakarta, 12 Februari 2007 itu saat dihubungi pada Selasa (17/3).
Semua hasil yang membanggakan tersebut pastinya tidak lepas dari usahanya yang (tentu saja) melelahkan, namun kecintaannya terhadap aerobic gymnastic tidak dapat dipungkiri lagi. Ketika ditanya sisi “tidak enaknya” dari olahraga ini, atlet cilik ini menjawab hanya lelah ketika latihan. “Tapi gak papa. Buat apa latihan kalau nggak capek? Latihan kalau nggak capek ya namanya bukan latihan,” sambungnya.
Kaleb menambahkan, motivasi untuk terus giat berlatih dan berprestasi di bidang olahraga ini adalah satu, yakni agar bisa menjadi seperti Saito Mizuki, atlet asal Jepang yang menjadi idolanya. Motivasi ini terus diingat sebagai “pecutan” untuk terus berlatih dan berlatih. Semangatnya dalam aerobic gymnastic dapat terlihat dari antusiasme-nya ketika menjawab setiap pertanyaan. Menurutnya, olahraga ini sangat asyik dan memiliki banyak manfaat, seperti membuat dia lebih banyak bergerak dan badannya pun menjadi lebih lentur.
Terakhir, atlet berusia 13 tahun tersebut memberikan motivasi untuk teman-teman di luar sana yang sedang mengikuti olahraga gymnastic seperti dirinya maupun untuk teman-teman yang tertarik mengikuti olahraga ini. “Kita jangan pernah takut gagal, kita harus selalu berusaha sekeras mungkin. Memang berusaha itu lelah, tetapi hasilnya akan terbukti di akhir. Jadi, jangan mudah putus asa,” ujar Kaleb dengan mata yang berbinar.
(Adinda Paramitha)


0 Komentar