Kang Tanir tak pernah kehabisan pelanggan

Enthok slenget, pasti mendengar namaya langsung terbelit betapa pedasnya menu ini. Ini merupakan menu olahan enthok atau itik dengan rasa pedas yang menjadi daya tarik tersendiri. Masakan ini sangat jarang bisa ditemui, karena memang mengolah daging enthokyang cenderung alot menjadi alasan mengapa tak banyak yang mengolah daging ini untuk disajikan. Tetapi berbeda dengan kang tanir pemilik warung ini, dia mampu mengolah daging ini dengan tekstur yang lebih kenyal dan tak terasa alot, dan pastinya dengan cita rasa yang khas.

Warung yang berada cukup jauh dari pusat kota tak membuat warung ini sepi pelanggan. Bahkan warung ini mampu habis sebelum waktunya tutup. Warung ini buka jam 16.00 hingga 20.00 cukup singkat bukan, tetapi sebelum jam 20.00 warung ini sudah tutup karena sering kehabisan, jadi jika ingin makan disini jangan lupa berangkat lebih awal. Warung ini berada di desa Turi Sleman di daerah utara kota jogja. Lebih tapatnya berada di jln. Turi-Pakem, Pules Lor, Donokerto, Turi, Sleman, YK atau bisa di cari di google Maps “Enthok Slenget Kang Tanir”.

Menu yang ditawarkan hanya ada 2 menu, yaitu menu Enhok Slenget dari level tidak pedas hingga extra pedas. Dan juga Balungan Enthok. Semua menu disini siap menampar mulut anda, ets.. jangan khawatir sakit perut, karena makan disini mau sepedas apapun tak akan sakit perut karena menu disini punya bumbu rahasia yang membuat perut tak akan terasa panas. Olahan inilah yang menjadi daya tarik pelanggannya. Pedas namun tak membuat perut panas. Harga yang ditawarkan cuku terajangkau. Untuk 1 porsi Enthok Slenget+Nasi+Lalapan+Teh/Jeruk hanya membayar 30rb saja. Dan untuk menu balungan+Nasi+Lalapan+Teh/Jeruk hanya 27rb.

Pelanggan yang datang tak hanya pelanggan lokal saja, melainkan banyak juga yang berasal dari luar kota. Menyempatkan mampir ke warung ini, mereka mengetahui adanya warung ini dari sosial media bahkan dari mulut kemulut. Karena cita rasnaya yang unik dan pedasnya ini membuat orang orang merekomendasikan kerabat hingga keluarga untuk mampir dan mencicipi olahan enthok yang kas dari desa Turi ini. (Allan Alfian Yusuf).

Posting Komentar

0 Komentar