Yogyakarta – Universitas Gadjah Mada (UGM) merupakan kampus ternama yang sangat diunggulkan di Indonesia. Tepatnya berada di provinsi Yogyakarta, namun jarang pula yang tahu bahwa, ketika tengah malam datang jalanan di sekitaran kampus UGM banyak yang masih berjualan untuk mencari sepeser uang demi kelangsungan hidupnya dan keluarganya. Tepatnya di Jl. Agro sekitaran kampus UGM, saat melintas pukul 11 malam. Saya beberapa kali sering melihat ada seorang bapak-bapak yang berjualan anyaman berbentuk keranjang di pinggir jalan Agro.
Bapak tua yang berjualan tersebut banyak yang tak menghiraukannya, karena dirasa barang yang ia jual sudahlah ketinggalan jaman. Padahal pada masa lalu anyaman berbentuk keranjang tersebut sangatlah dibutuhkan dan dicari oleh banyak orang untuk menaruh barang atau baju kotor. Tak jarang pula karena tidak ada yang menghiraukannya, bapak tersebut berjualan sampai tertidur dengan posisi duduk ditemani dengan anyaman keranjang yang ia jual dan hembusan angin malam hari.
Dinginnya malam pun tak ia hiraukan lagi, yang ia tekankan yang terpenting barang jualannya bisa laku berapapun itu, meskipun itu hanya 1 barang saja. Tak jarang pula ia berdoa agar barang yang ia jual dapat terjual dengan segera, untuk menutupi perutnya yang bergemuruh karena merasa lapar. Padahal jika kita fikir kembali, ketika kita membelinya mungkin barang yang kita beli dari bapak tersebut tidaklah terlalu berfungsi lagi untuk kita, tetapi uang dari hasil penjualan keranjang tersebut sangat berguna untuk membantu keberlangsungan hidup bapak tua tersebut.
Kejamnya malam tidak membuat ia merasa takut jika ada orang berniat jahat yang menjarah barang dagangannya, bapak tersebut terus berupaya melakukan hal yang terbaik untuk mencukupi kehidupannya. Usia bapak tersebut tidaklah lagi muda, tetapi semangatnya layaknya anak muda. Yang tidak takut sakit karena terlalu sering diterpa oleh kejamnya angin malam, yang sangat dingin dan menusuk hingga ketulang. Tetapi yang ia takutkan adalah, ketika ia pulang ke tempat ia tinggal tidak membawa sepeser uang sama sekali. (Aldi Ratana Eswa Yusdhika).

0 Komentar