Aksi Damai Malioboro, Melawan Penindasan Sistemik Memperingati Hari Perempuan




Yogyakarta – 8 Maret 2020 bertepatan dengan perayaan Internasional Woman’s Day  2020, dilaksanakan aksi damai bertajuk “Menangkan RUU PKS! Hancurkan dan Lampui Kapitalisme! Lawan Patriarki dan Seksisme!”. Aksi yang digelar pada Minggu 8 Maret 2020, diawali dengan Longmars dari titik kumpul Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju Titik Nol Yogyakarta. Aksi masa terdiri dari 38 organisasi, komunitas maupun elemen masyarakata Yogyakarta.

Sepanjang jalan, aksi massa menyuarakan teriakan kesetaraan gender dan keadilan bagi perempuan, tak hanya itu aksi massa juga menyanyikan yel-yel hingga lagu perjuangan. Pawai tersebut sempat terhenti sejenak dibeberapa titik, yakni Gedung DPR, gapura Kampung Ketandan, dan Pasar Beringharjo. Salah satu orator menyerukan kesetaraan dalam menikmati fasilitas publik, “kita semua serata, tidak ada yang lebih baik, tidak ada gender yang lebih di atas, kita semua setara”. Ucap salah salah satu peserta IWD 2020.

“kita tidak hanya berfokus pada salah satu isu perempuan saja, tetapi juga fokus pada isu yang berkaitan dengan kebebasan demokrasi, isu perempuan, isu tentang HAM, isu tentang Papua” pungkas Altri, selaku Humas IWD’2020

Pukul 14.05 aksi massa sampai di Titik Nol, kemudian membentuk lingkaran dan melanjutkan aksi diwarnai dengan orasi. Orasi melibatkan LBH Yogyakarta, Kolektif Tanpa Nama, Srikandi UGM, AJI Yogyakarta, LPM Philosofis UNY dan beberapa elemen lainnya. Pesan Orasi yang disampaikan menyerukan pengakuan perempuan dan kebebasan tanpa pasungan patriarki dan seksisme. Adapun isu yang diangkat dalam memperingatai Internasional Woman’s Day 2020 yakni Pengesahan RUU PKS, Kapitalisme, Diskriminasi LGBT, hingga Pembebasan Papua Barat. Aksi ditutup dengan pembacaan empat puluh tuntutan aksi oleh Felice Dorothy Arus Sebagai Kordinator umum Internasional Woman Day’s Yogyakarta. Selain itu Dorothy menambahkan “kami selaku Aliansi Perempuan Yogyakarta turut mendukung tuntutan-tuntutan yang dibawa oleh gerakan Reformasi Dikorupsi untuk menggalkan Omnibus Law”. Jelas Felice Dorothy Arus. Aksi selesai pada pukul 16.40 WIB.

(Triyas Chusnul F)

Posting Komentar

0 Komentar