Tekad Sosial Ari Wibowo Dalam Membangun Desa Karangsari, Mewujudkan Smart Village

Gambar perangkat Desa Karangsari bersama Oorth

Tekad dan kecintaan terhadap dunia sosial tetap melekat pada diri Ari Wibowo, bapak dari dua orang anak setelah dilantik menjadi Sekertaris Desa (Sekdes) Desa Karangsari, Pengasih, Kulon Progo.

Terbukti dengan berbagai program yang diinisiasinya sebagai wujud mengabdi pada tanggungjawab Dana Desa yang diemanbannya. Namun, yang menjadi sorotan lebih pada program Smart Village yang menjadi unggulan desa ini. 

Dibuktikan dengan dinobatkannya Desa Karangsari sebagai desa teknologi informasi di Kulonprogo. Langkah yang dilakukan diantaranya dengan pemasangan jaringan internet di 12 pedukuhan. Pemasangan infrastruktur jaringan ini didanai secara mandiri menggunakan dana desa. Hingga pada akhirnya Desa Karangsari diberi penghargaan percontohan Desa Gerakan Sadar Administrasi (GISA).

Pemasangan infrastruktur pasif sudah dilakukan dan tersedia sebanyak 5 tower dan 30 titik HotSpot Wi-Fi yang ditempatkan di lokasi-lokasi strategis. Dengan begitu, diharapkan seluruh rumah warga bisa dijangkau oleh sinyal Wi-Fi tersebut dan bisa terkoneksi dengan mudah.

Ari Wibowo menuturkan apabila dengan adanya jaringan internet tersebut sebagai langkah awal terbukanya akses informasi terhadap dunia global. Sehingga stigma masyarakat yang notabene ‘warga desa’ yang sering dianggap tidak tahu apa-apa dapat ditampik.

“Dengan adanya kemudahan akses informasi, nantinya masyarakat menjadi mudah mengetahui banyak hal positif yang sebenarnya ada di internet.”

“Berbagai informasi tersebut diharapkan bisa menambah wawasan warga Desa Karangsari, terutama sebagai sarana promosi guna mendukung program UMKM.” tutur Ari Wibowo.

Upaya ini terus ditekan oleh Ari Wibowo, bagaimana pun caranya ia meyakini bahwa program ini merupakan gerbang awal untuk memajukan desa. Perusahaan start-up dari Solo, Skynosoft Portal Prime pun digandengnya dalam upaya pendampingan warga. Perusahaan start-up ini memiliki produk aplikasi sosial media berbasis komunitas yang dinamai Oorth.

Tim Oorth yang diwakili Mulyono sebagai Chief Information Officer (CIO) dan Dhanny Ardiansyah sebagai Chief Technology Officer (CTO) beberapa kali melangsungkan workshop mengenai pengenalan dan pengoperasion aplikasi Oorth yang berfungsi sebagai sarana publikasi dan promosi program desa. Sehingga nantinya Desa Karangsari bisa semakin dikenal.

Tidak hanya itu saja target utama dari fitur platform Oorth. Melainkan juga memiliki fitur lain, yakni dompet digital komunitas SkyPay. Nantinya warga desa dengan mudah mengumpulkan iuran warga, mulai dari iuran RT, arisan, iuran pendaftaran desa, dan berbagai acara desa lainnya.

Dalam workshop tersebut, dipaparkan apabila dompet digital komunitas SkyPay memudahkan pengaturan keuangan, karena bersifat transparan dan akuntabel. Dana yang masuk-keluar akan terekap dengan jelas. Jika bisa berjalan berkelanjutan, fitur ini juga bisa sebagai pengingat atau reminder. Sebab kita ketahui sendiri, keberadaan ponsel digital tidak pernah bisa lepas dari tangan.
“Banyak sekali fitur-fitur lain dari aplikasi ini, ada notes atau catatan, fitur chat khusus untuk komunitas, dan lain sebagainya.”

“Notes ini akan sangat berfungsi pada saat digelarnya rapat maupun pertemuan lain, sehingga akan dengan mudah membuat notulensi yang kemudian bisa disebarkan.”

“Sedangkan pada fitur chat khusus untuk komunitas bisa jadi sarana masyarakat dalam menanggapi setiap kebijakan baru dari perangkat desa,”jelas Dhanny Ardiansyah.

Program ini menggandeng BUMDes sebagaimana badan yang menangani aspek komersil dari Program Desa BroadBand Terpadu Mandiri. Program penyediaan perangkat bandwith dengan jaringan fiber optik telah dibangun sampai kantor desa sebagai bentuk kerjasama antara PT Sumber Utama Fiber Indonesia (SUFI) dan Perumda Aneka Usaha Kulon Progo yang membawahi Kerja Sama Operasional (KSO) Sumber Aneka Usaha.

Banyak sekali target promosi program Desa Karangsari dalam mewujudkan desa mandiri. Desa ini juga memiliki agenda rutin dalam melestarikan budaya, tradisi, dan komoditas. Oleh karena itu, apabila semakin dikenal masyarakat umum akan meningkatkan kunjungan dan penjualan produk warga. Sehingga meningkatkan pula pendapatannya.

Program unik rutin yang pasti dilaksanakan yaitu Pasar Sor So. Di dalam pasar ini menjual berbagai makanan jajanan pasar yang sudah jarang dijumpai dan juga kerajinan tangan buah karya warga Desa Karangsari. Pasar Sor So ini rutin dilaksanakan di objek wisata Goa Batu Jonggol.

Apalagi program ini juga senada dengan program pemerintah kabupaten, yaitu “Bela Beli Kulon Progo”. Dengan konsep pasar rakyat tradisional yang menampilkan produk UMKM Desa Karangsari. Dengan begitu, masyarakat desa setempat memiliki sumber pencaharian baru.

Ari Wibowo selaku inisiator sangat berharap program-program ini akan terus berjalan. Begitu juga dengan program-program lain, memungkinkan daerah di Desa Karangsari menjadi tersentil untuk peduli. Semakin banyak kampung wisata baru yang dibuka. Semakin berdaya pula masyarakat desanya. (Reizal Q).

Posting Komentar

0 Komentar