Senyum ramah selalu tersungging di wajah Pak Ryan dalam melayani setiap pelanggan yang memesan menu makanan di warungnya. Dengan sigap dia lalu menyajikan menu makanan yang dipesan. Kurang dari 10 menit, maka dia sudah menyajikan dengan mantap menu makanan yang diinginkan pelanggan. Jika ingin memesan minuman, dengan ramahnya Pak Ryan akan menawarkan sembari bersenyum ramah, bahkan pelanggan bisa membuatnya sendiri. Begitulah Pak Ryan selalu melayani pelanggan di warung sederhananya yang terletak di Jln Samirono, Terban, Sleman, DIY.
Berbagai menu makanan tersedia di Warung Ryan, mulai dari indomie, ayam geprek, tahu tempe, telor, dan yang paling unik adalah berbagai menu “sarang”. Dimulai dari sarang ayam, sarang tahu, dan sarang telor. Dan menurut Pak Ryan menu yang menjadi favorit di warunya adalah menu Sarang Ayam, biasanya pelanggan paling sering memesan menu Sarang Ayam yang dibilang cukup unik. Menu sarang ayam ini adalah menu ayam yang dibalut dengan telur dan digoreng secara bersamaan. Ditambah dengan porsi nasi yang cukup, dan variasi sayur yang beragam, membuat menu ini menjadi idaman pelanggan Pak Ryan. “Biasanya yang sering dipesan disini adalah menu sarang ayam.” Ujar Pak Ryan.
Warung Ryan sendiri berdiri sejak tahun 2003, 17 tahun yang lalu. Sejak saat itu Warung Ryan sudah banyak mengalami dinamika perubahan, salah satunya dari variasi menu. “Awalnya menu yang saya sajikan disini hanya Indomie saja.” Seperti kata Pak Ryan. Mulai tahun 2010 Pak Ryan mulai menambah menu, sekaligus menjadi menu paling favorit di warung ini, yaitu Sarang Ayam. “Saya memang dari awal pingin buka usaha sendiri, ga enak kalau kerja sama orang.” Begitu ucap Pak Ryan di sela-sela menyajikan menu makanan. Pelanggannya pun beragam, dari anak-anak, mahasiswa maupun pekerja di sekitar Jln Prof Herman Yohanes. “Biasanya anak-anak dari asrama Stella Deuce yang paling sering berkunjung kesini, bahkan pernah dulu sebelum buka, udah ditunggu rame-rame di depan.” Sambal tertawa Pak Ryan bercerita.
Pelanggan setia Pak Ryan memang kebanyakan dari anak-anak Asrama Stella Deuce, yang bertempat di tepat sebelah warungnya. Pak Ryan yang sudah dikaruniai 3 anak ini bahkan merasa senang dan bahagia ketika dikunjungi ramai-ramai oleh anak-anak Stella Deuce. “Mereka makan sambal nonton Tv pun tidak masalah, saya senang mereka ketawa-ketawa ramai disini.” Walaupun harga yang dipatok oleh Pak Ryan benar-benar “bersahabat” sekali dengan mahasiswa, Pak Ryan mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Dengan senyumnya yang khas dan keramahan yang luar biasa, membuat Sarang Ayam buatannya siap untuk melayani perut pelanggan yang keroncongan.
(Gede Eka Sedana Yasa)


0 Komentar