SLEMAN - Guyuran hujan bukanlah lawan yang sepadan dengan antusiasme peserta event Road to SCTV IBOMA (Indonesian Box Office Movie Awards) 2020, Selasa (3/3/2020). Sepenggal peribahasa “Carilah Ilmu Sampai ke Negeri China” agaknya tidak dimaknai mentah-mentah. Terbukti ilmu bisa didapat dimana saja, tidak melulu jauh-jauh hingga ke China, salah satunya di ruang AUVI Fakultas Seni Media Rekam Institut Seni Indonesia Yogyakarta. Tidak hanya dari kalangan mahasiswa ISI sebagai tuan rumah, ratusan mahasiswa-mahasiswi dari berbagai penjuru pun seolah tak mau ketinggalan.
“Alasan kenapa ISI dinilai efektif sebagai tempat pelaksanaan Road to IBOMA 2020 ini karena background ISI yang notabenenya dikenal sebagai salah satu universitas yang konsisten menawarkan jurusan perfilman dengan harapan agar pesan yang coba kita sampaikan bisa benar-benar sampai ke para peserta yang digadang-gadang sebagai generasi penerus produksi film tanah air,” kata Nawang Wulandari selaku PR SCTV. Lebih lanjut Nawang menjelaskan, pihak SCTV sengaja mengajak mahasiswa untuk turut berpartisipasi sebagai panitia. Kolaborasi ini sekaligus dijadikan sebagai sarana edukasi agar mahasiswa mendapat pengetahuan dan pengalaman baru berkaitan dengan proses produksi event off-air.
Road to IBOMA mengagendakan kegiatan penjurian terbuka dengan melibatkan 7 orang juri yang mumpuni di bidangnya. Mereka ialah Andhy Pulung, Sheila Timothy, Vino G. Bastian, Maudy Koesnaedi, Darius Sinathrya, Ifa Isfansyah dan Benni Setiawan. Sebagai event tahunan yang digagas PR SCTV, Road to IBOMA mendapat banyak respon positif dari penikmat film tanah air. Tahun ini, rangkaian event Road to IBOMA 2020 berlangsung selama 5 hari di lokasi berbeda. Kelimanya bertempat di lingkungan universitas, di antaranya Institut Kesenian Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Tarumanegara dan Institut Seni Yogyakarta sebagai penutup. IBOMA sendiri merupakan ajang penghargaan bergengsi sebagai wujud apresiasi SCTV terhadap insan perfilman tanah air.
Event yang berlangsung mulai jam, 08.30 WIB ini menyuguhkan screening film Habibie & Ainun sebagai sesi pembuka. Film garapan Yandi Laurens ini sukses membuat penontonnya terbuai seolah merasakan euforia tahun 1950-an. Berlanjut pada acara inti yaitu Master Class yang dimulai tepat setelah break. Master Class yang dibersamai oleh 2 sutradara kondang, Ifa Isfansyah dan Hanung Bramantyo sebagai narasumber ini mengusung tema “How to Be a Director for Film Industry”. Momen yang ditunggu-tunggu ketika moderator memberi kesempatan pada para peserta untuk bertanya langsung pada kedua narasumber. Sontak sesi tanya-jawab ini disambut antusias dimana mereka berlomba mengangkat tangan, bahkan ada yang sampai berdiri sembari melompat-lompat. Satu per satu pertanyaan mengenai tips n trik bagaimana menyutradarai sebuah film di Indonesia pun dilontarkan. Tak jarang terdengar pertanyaan kritis yang cukup menggelitik untuk diulik. Selanjutnya, acara disambung dengan suguhan screening film Keluarga Cemara yang sekaligus menandai penghujung acara.
“Dengan menghadirkan sutradara, produser, aktor dan aktris yang namanya dibesarkan oleh dunia perfilman Indonesia, kami berharap agar ke depannya event ini dimaknai sebagai event yang juga mengedukasi, bukan hanya acara awarding semata,” pungkasnya dengan semangat yang berapi-api. (Salma Yasmin Reyhanah)

0 Komentar