Erupsi Gunung Merapi, Status Tetap Waspada

Kepulan Awan Panas Dilihat dari Pos PGM Kaliurang. Selasa (03/03) Pkl 06.34 (PGM Kaliruang)

Awan panas  mengepul di ketinggian 25 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi pada Selasa (03/03). Letusan gunung yang terjadi sekitar pukul 05.22 WIB menunjukkan tingkat aktivitas Gunung Merapi berada pada level II atau waspada. Masyarakat dihimbau untuk tetap berhati-hati dalam menjalankan aktivitas.

Berdasarkan laporan dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), terjadi satu kali letusan dengan amplitudo 75 mm yang berdurasi 450 detik pada pukul 05.22 WIB. Akibat letusan tersebut, muncul kolom abu setinggi 6.000 meter. Cuaca cerah, angin bertiup lemah ke arah utara dan timur. Suhu udara 16.5-21.2Āŗ C. Kelembaban udara 65-78% dan tekanan udara 627.6-709.6 mmHg.

Aktivitas kegempaan pada periode pengamatan 06.00-12.00 WIB menunjukkan tiga kali guguran dengan amplitudo 3-30 mm yang berdurasi 57.2-82.3 detik. Hembusan sejumlah 7, amplitudo 2-18 mm, durasi 15.7-51.8 detik. Low Frekuensi sejumlah 4, amplitudo 2-5 mm, durasi 8.5-16.6 detik. Hybrid/ Fase Banyak satu kali, amplitudo 13 mm, S-P: 0.6 detik, durasi 10.9 detik.

Ditegaskan oleh Triyono, pengamat Gunung Api PGM Kaliurang, gunung api mulai menunjukkan aktivitas getaran sejak pagi tadi. Hal tersebut dapat dilihat pada rekaman seismograf. Visualnya gunung terlihat jelas karena cuaca cerah. Abu bergerak ke arah utara dan timur. “Arahnya ke utara timur. Boyolali sana sampai Klaten. Tadi informasi terakhir sampai Solo juga. Sementara khusus yang Sleman ini aman tidak ada.” ungkapnya.

Sebaran abu menyebabkan beberapa daerah terdampak terganggu aktivitasnya. Bahkan dikabarkan oleh wartakotalive.com, bandara Adi Soemarmo Solo ditutup sementara sejak 09.25 hingga 11.30 WIB. Penutupan ini dilakukan karena abu mengganggu penerbangan. Sebanyak empat penerbangan dibatalkan pada jam itu. Keempat penerbangan tersebut antara lain Lion Air JT 537 dengan rute Solo-Jakarta (Cengkareng), Garuda Indonesia GA222/225 dengan rute Jakarta (CGK)- Solo- Jakarta, Citilink QG 122/123 dengan rute Jakarta (Halim Pernadakusuma), Solo- Jakarta, dan Air Asia QZ8454 dengan rute Bali-Solo-Bali.

Letusan kali ini berdampak pada hujan abu saja. Tidak ada banjir lahar dingin yang menyertai. Salah satu faktornya karena kondisi tidak hujan. Letusan disertai lahar dingin akan terjadi apabila kondisi saat itu sedang hujan. Kewaaspadaan dan tetap mengantisipasi apabila terjadi lahar dingin tetap dihimbau kepada masyarakat.

Di pantau dari Pos Pengamatan Gunung Merapi (PGM) Kaliurang, kondisi pada siang hari nampak mendung. Gunung tertutup kabut tebal namun tidak ada hujan. Situasi masih di level II sejak tahun 2018. Situasi pasca erupsi terlihat aman dan belum ada aktivitas hujan dan letusan susulan lain. Masyarakat kembali beraktivitas dengan normal dan tetap waspada.

Meski tidak ada korban jiwa, asap panas berwarna putih dengan intensitas tebal ini sempat membuat khawatir warga. Hal tersebut dinyatakan oleh Cahyo, warga Dusun Kedungsriti, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman yang hendak menjalankan aktivitas pagi di rumahnya. “Deg-degan mbak. Tadi pagi masyarakat cuma standby di jalan.” Namun selepas itu situasi kembali kondusif dan warga tetap menjalankan aktivitas kesehariannya.

Letusan gunung api disebabkan oleh endapan magma dalam perut bumi yang didorong keluar oleh gas bertekanan tinggi. Dikutip dari website Volcano ITB, Dr. Nizam, Volcanolog ITB mengatakan bahwa proses letusan gunung api disebabkan oleh tiga faktor antara lain pertama karena penambahan volume magma yang berada di bawah gunung api akibat adanya injeksi magma baru. Kedua, terjadi pengkristalan magma yang ada di dapur magma, dan ketiga dinding di dapur magma runtuh. Sehingga dapur magma terjadi penambahan volume secara signifikan dan harus dikeluarkan. Pertambahan volume tersebut mengakibatkan tekanan gas yang kemudian keluar atau sering disebut letusan gunung api. 

BPPTKG mencatat beberapa rekomendasi diantaranya potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif. Masyarakat juga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 km dari puncak Gunung Merapi. Selain itu, masyarakat diminta tetap hati-hati dan mewasapadai bahaya lahar terutama saat hujan di sekitar puncak gunung. 

(Kristina)

Posting Komentar

0 Komentar