Progo Bawah, Ada Cerita Disetiap Jeramnya



Bagi masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya khususnya penggiat olahraga dengan tingkat resiko tinggi (High Risk Sport) pasti sudah tidak asing dengan sungai progo. Sungai ini berada pada 2 provinsi dan 4 kabupaten, dengan hulunya yaitu di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah hingga hilirnya di Kabupaten Bantul, DIY. Bagi para rafter Sungai Progo dibagi menjadi 3 bagian yaitu Progo Kandangan/Hulu, Progo Tengah, Progo Bawah. Namun Progo Bawahlah yang menyimpan banyak cerita bagi mereka. 

Bagi penggiat olah raga arung jeram sungai progo merupakan sungai dengan tingkatan Intermediate (lanjut). Dikarenakan bagi para rafter begitu sebutan bagi para pengarung, diharuskan memiliki kompetensi yang sudah teruji agar bisa menari nari di Jeram sungai progo. Banyak kompetensi yang harus dicapai sebelum memberanikan turun di jeram sungai progo bawah, antara lain dayungan, rescue, Morfologi Sungai, dan teknik membaca arus begitu ungkap Afif selaku Koordinator dari Forumnya Arung Jeram Yogyakarta atau biasa disingkat FAJY.

Pengarungan Progo Bawah sendiri memiliki dua titik start yang pertama adalah Jembatan Klangon di perbatasan antara Kabupaten Magelang dan Kulon Progo, yang kedua berada di jembatan Ancol Bligo di Kabupaten Kulon Progo. Hal yang membuat sungai progo bawah berkesan adalah arus sungai yang deras karena merupakan tempuran antara 2 sungai yaitu progo itu sendiri dan Sungai Elo yang terletak di Kabupaten Magelang. Dari arus yang deras tersebut morfologi di Sungai Progo Bawah didominasi ombak berdiri dengan tinggi rata rata 2-3 meter. Banyak titik titik jeram menantang di sungai ini, namun bagi para rafter jeram paling ekstrem adalah jeram budhil, jeram ini diberi nama demikian disebabkan memiliki coretan tinta merah  di dunia arung jeram karen pernah menewaskan seseorang sehingga namanya diabadikan menjadi nama jeram tersebut, Budhil. Selain karena kenangan buruk ada juga Jeram yang diberi nama Jeram Walet karena dilatar belakangi pemandangan Pegunungan Menoreh, Kulon Progo disertai kawanan burung walet yang lalu-lalang diatas sungai.

Begitulah sepenggal cerita Sungai Progo Bawah, masih banyak lagi sungai sungai di Nusantara yang memiliki cerita dan ciri khasnya masing masing. Hal ini yang seharusnya meningkatkan kecintaan para penggiat alam untuk selalu menjaga kondisi dan kestabilan alam agar anak cucu mereka tidak kehilangan tempat bermain.

(M. Fakhry Ainur Rahman)

Posting Komentar

0 Komentar