Siapa yang tidak tau kegiatan mendaki dewasa ini, seakan akan kegiatan ini sudah menjadi lifestyle terutama dikalangan anak muda. Jika belum mendaki gunung belum keren katanya. Pendakian gunung memang kegiatan yang mengasyikan sekaligus penuh tantangan. Pemandangan, flora, fauna, masyarakat yang ramah, udara yang dingin menghiasi setiap perjalan pendakian. Akan tetapi fenomena pendakian saat ini banyak menimbulkan pro dan kontra.
Banyak orang menilai bahwa pendaki pendaki saat ini hanya menimbulkan keresahan dan pencemaran pada gunung yang mereka daki. Sampah plastik, puntung rokok hingga kertas berserakan di sepanjang jalur pendakian hingga puncak. Pendaki karbitan, korban film 5cm, pendaki kertas itulah beberapa sebutan untuk pendaki pendaki tersebut. Banyak pendaki sekarang tidak melengkapi gear mereka ketika mendaki hingga dapat membahayakan diri mereka. Kecelakaan di alam bebas khususnya gunung meningkat sejak tahun 2013 menurut BNPB. Sebagian besar kasus tersebut terjadi karena pendaki tidak membawa peralatan yang menunjang kegiatan secara lengkap serta tidak memiliki dasar ilmu kepecinta alaman.
Namun dilain pihak peningkatan animo pendaki saat ini memberikan dampak positif bagi pemerintah maupun masyarakat sekitar gunung. Antara lain pendapatan daerah akan meningkat seiring bertambahnya jumlah pendaki. Pemasukan tersebut digunakan untuk menambah sarana dan prasarana obyek wisata di lereng gunung. Obyek pariwisata juga akan mulai dikenal masyarakat luas sehingga kesejahteraan masyarakat sekitar akan bertambah.
Fenomena seperti ini tidak dapat dihindari, hal yang harus dilakukan yaitu pihak taman nasional harus menghimbau kepada para pendaki agar melengkapi peralatan yang digunakan untuk berkegiatan. Selain itu para pendaki juga harus memiliki kemampuan, serta etika dalam berkegiatan di alam bebas sehingga kecelakaan di alam bebas dapat berkurang dan tentunya keseimbangan alam tetap terjaga.
Salam Lestari! (M. Fakhry Ainur Rahman).
0 Komentar