Majelis Reboan: Forum Diskusi untuk Evaluasi dan Kritik Internal Muhammadiyah



Organisasi membutuhkan umpan balik untuk memperbaiki kinerjanya. Umpan balik tersebut kemudian dapat dikomunikasikan dalam sebuah forum evaluasi. Namun seringkali forum evaluasi menjadi sebuah forum yang cenderung teknis dan kurang kritis. Sementara itu dalam sebuah organisasi, evaluasi dan inovasi dibutuhkan untuk menjaga ruh organisasi.

Keresahan-keresahan tersebut juga menjadi alasan digagasnya forum diskusi Majelis Reboan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta. Muhammadiyah sebagai organisasi yang kini sudah besar di Indonesia masih terus berupaya mengembangkan diri demi kepentingan umat. Tuntutan zaman yang terus berubah juga menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Oleh karena itu, maka forum Majelis Reboan hadir di tengah hiruk-pikuk persyarikatan, sebagai forum yang santai tapi membahas isu-isu serius yang hadir di persyarikatan.

Muhammad Sayuti, koordinator awal dari Majelis Reboan menyampaikan bahwa tujuan dari Majelis Reboan adalah sebagai evaluasi dari dalam Muhammadiyah. “Self evaluation forMuhammadiyah, internal critic agar Muhammadiyah tetap di jalan yang benar,” ungkapnya.

Majelis Reboan sendiri sudah berjalan sejak tahun 2005. Meskipun demikian, karena sifatnya yang cenderung informal, majelis tersebut dilaksanakan ketika memang anggotanya sepakat untuk berdiskusi mengenai topik tertentu pada Rabu yang ditentukan. Misalnya pada Rabu, 4 dan 11 Maret lalu, Majelis Reboan tidak melangsungkan diskusi. “Pada males,” ungkap Sayuti sambil bercanda.

Menjelang Muktamar Muhammadiyah ke-48 tahun 2020, gagasan-gagasan inovatif secara urgent menjadi lebih dibutuhkan. Majelis Reboan, Rabu 12 Februari 2020 di Rumah Baca Komunitas, Sleman, menyepakati bahwa anggota yang lebih muda harus memberikan bekal untuk pengurus-pengurus yang memang notabene berusia lebih tua, dengan ide-ide. Ide-ide tersebut harus dikawal agar disampaikan di forum akbar Muktamar Juli mendatang. Harapannya adalah gagasan-gagasan tersebut dapat membantu Muhammadiyah untuk menjadi lebih baik. Di sinilah posisi Majelis Reboan, sebagai forum yang mengumpulkan ide-ide tersebut. “Salah satunya (tujuan) untuk memberi masukan ke Muktamar,” tandas Sayuti. 

(Labibah Hanoum Hanif Salsabila)

Posting Komentar

0 Komentar