Merawat Motor Peninggalan Perang Dunia ke 2


(BSA WM20 tahun 1941)

Kendaraan roda dua menjadi pilihan masyarakat indonesia untuk dijadikan transportasi utama yang dirasa efisien dan mudah serta murah. Ditambah lagi jalanan yang kian ramai membuat kendaraan roda dua seperti motor menjadi primadona bagi sebagian masyarakat. Kendaraan terbaru terus muncul dengan bentuk dan teknologi yang bermacam macam. Setiap orang pasti mendambakan kendaraan dengan teknologi terbaru, tetapi berbeda dengan Ruci, salah seorang anggota Motor Antique Club Indonesia Yogyakarta (MACI Yogyakarta).

Disaat orang lain memilih kendaraan terbaru dan kendaraan yang simpel serta efisien, Ruci memilih untuk meminang sebuah motor berusia tua yang lahir pada tahun 1941 bermesin 4 tak buatan inggris. BSA (Birmingham Small Army) seri WM20 yang dikenal sebagai kendaraan perang dunia II oleh tentara inggris yang banyak masuk ke indonesia pada masa penjajahan belanda. Motor berkapasita 500cc ini menjadi kendaraan pilihannya karna keunikan serta suara yang khas dari motor tua buatan inggris membuatnya jatuh cinta. Ditambah lagi dengan pengalaman berkendara dengan motor tua punya cerita tersendiri dari mulai macet hingga di tanya orang saat membawa kendaraan ini di jalanan kota jogja.

Saat ditemui di kediamannya di Gunung Sempu, Bantul dia bercerita bahwa Motor BSA WM20 miliknya tak hanya jadi sebuah pajangan saja didalam rumah, melainkan juga dipakai sebagai kendaraan harian. Bahkan hingga touring jarak jauhpun masih sanggup kata empu motor ini. Kendaraan BSA WM20 ini dibelinya dari seorang tentara di Jakarta. Motor ini pertama datang ke jogja kondisinya cukup parah, cat yang separuh mengelupas, mesin mengalami banjir oli hingga tromol roda depan belakang bermasalah. Dengan keahlian dan kenekatan yang dia punya, sang empu mampu mengatasi semua masalah tersebut hingga motor ini berjalan normal hingga sekarang.

Kendala yang dialami dirasa masih cukup bisa di atasi oleh sang empu, dari macet karena masalah pengapian hingga kopling selip. Untuk perawatan motor tua hanya cukup sering dicek baut baut dan juga oli saja kata sang empu BSA WM20 ini. Untuk ketersediaan sperpart sebenarnya tidak sulit karena  dijaman sekarang sudah ada internet yang mampu menjankau berbagai daerah hingga adanya mesin bubut untuk membuat sperpart yang cukup sulit. Ditambah lagi dengan menjadi salah satu anggota club motor tua mempermudah mencari sperpart yang diperlukan.

(Allan Alfian Yusuf)

Posting Komentar

0 Komentar