Legendarisnya Tusukan Daging Mbah Mirah



Boyolali adalah salahsatu kabupaten di Jawa Tengah. Dan meliputi berbagai daerah yang beragam serta tempat favorit sebagai tempat penyejuk hati. Salah satu kecamatan yang ada dalam kabupaten Boyolali adalah klego. Kecamatan satu ini mempunyai waduk atau embung danau yang diberi nama “Waduk Bade” karna waduk alami yang terletak pada daearah bade, cukup besar dan memberikan sensasi berbeda pada setiap pengunjungnya. Di daerah yang lumayan menjorok memasuki kawasan sawah dan desa-desa terdapat makanan khas daerah bade yaitu sate.

Siapa yang tidak kenal dengan sate? Makanan khas Indonesia yang sering diburu dan dicari masyarakat bahkan mancanegara. Dagignya disutuk dengan sebatang bambu runcing yang kecil. Tetapi sate di daerah bade ini berbeda pada sate umumnya bahkan berbeda pada sate disekitarnya. Pada umumnya sate akan menggunakan bumbu kacang yang halus dan diberi kecap, tetapi sate ini menggunakan bumbu kacang yang bumbunya masih diuleni pakai tangan tidak menggunakan blender dan tidak menggunakan kecap. Rasa bumbunya sangat khas dan tekstur sate daging ayamnya memang benar-benar penuh dengan daging ayam dan sangat empuk, dengan ukuran yang cukup besar dari pada sate lainnya. Selain itu, harga yang dipatok pun sangat ramah dikantong, cukup dengan satu porsi Rp.10.000 bisa mengenyangkan perut.




“kita segala macamnya bikin sendiri, kecuali hanya daging kita beli, bumbu kacangannya saya yang menghaluskannya menggunakan tangan, dagingnya sebelum berangkat pada tempat jualan kita rendam dengan bumbu-bumbu yang sudah saya racik sendiri agar meresap” kata Mbah Mirah.

“dulu awalnya kita keliling, tapi sekarang Alhamdulillah sudah bisa punya lapak sendiri walaupun kecil, kita tidak menyewa. Karena disni daerahnya sendiri jadi tidak apa-apa menggunakannya. Cukup ijin saja” tambahnya Mbah Tugiran.

Sekilas memang tidak ada bedanya dengan sate pada umumnya, tetapi jika sudah mencicipinya ditambah tekstur bumbu kacangnya akan sangat berasa berbeda. Berbicara soal laba, Mbah Mirah tidak terlalu menghiraukan keuntungan yang didapatkan. Selain senang berjualan juga yang terpenting semua dapat menikmati rasa sate.

“sate mbah Mirah memang sangat legend, dan sangat berbeda pada sate lainya, dari saya kecil, Mbah Mirah dan Mbah Tugiran sudah berjualan dan menjadi langganan saya. Terkadang saya harus mengantri selama satu jam untuk mendapatkan sate ini” ujar lusi salah satu pembeli sate Mbah Mirah.

Bagi kalian yang sedang berkunjung ke daerah boyolali tepatnya di Bade, Klego, Boyolali, tidak ada salahnya mampir di Waduk Bade selain menikmati Waduk bade juga untuk mencicipi sate khas Mbah Mirah Bade. Harganya pun tidak kalah dengan apa yang kita dapatkan.

(Fitri Yuliasari)

Posting Komentar

0 Komentar