Jika dulu awal mula film berupa gambar bergerak tanpa suara atau dikenal dengan film bisu, saat ini tampaknya sebuah film tak bisa dipisahkan dari iringan musik.
Keberadaan musik dalam film menjadi pemantik rasa emosional penonton ketika melihat suatu adegan. Bagi Angga Sasongko, sutradara film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (NKCTHI) yang menjadi box office, musik punya arti lebih dari itu.
Dulu musik bisa dinikmati melalui kepingan CD atau DVD, sekarang kita bisa nikmati melalui layanan streaming. Ketika bicara industri musik, di sana terdapat label yang menaunginya. Namun, menurut Angga Sasongko, bisnis seperti itu merupakan pemikiran konvensional.
Bersama Visinema, perusahaan produksi film yang dibentuk Angga Sasongko pada 2008, musik menjelma menjadi sebuah produk company. Tahun 2018 lalu, Visinema menelurkan anak perusahaan baru bernama Visinema Music.
“Idenya dari Visinema evolve (berkembang) dari perusahaan pembuat film jadi sebuah integrated entertainment company,” tutur Angga Sasongko saat bincang santai di Filosofi Kopi Jogja, Jumat (28/2). Hal itu menjelaskan bahwa baik musik dan film merupakan dua produk company yang dapat disatukan dalam payung bisnis yang sama.
Hasilnya bisa kita lihat di film terbaru Visinema, Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Tak hanya cerita keluarga yang ditampilkan dalam NKCTHI, di sisi lain ada sebuah band yang terbentuk di sana yaitu Arah, band yang berada di naungan Visinema Music. Dengan memiliki band yang berada dalam jalur perusahaannya, Angga dengan mudah mengeksplorasi lagu yang tepat untuk diolah masuk dalam film-filmnya.
Setelah sebelumnya Visinema sukses dengan film Filosofi Kopi yang kemudian menjelma sebagai sebuah brand kedai kopi, saat ini kehadiran Visinema Music menjadi langkah baru Visinema dalam investasi bisnis. Angga mengatakan dengan bisnis model yang tepat itulah Visinema bisa sustain sampai hari ini. (M. Firdaus A).

0 Komentar