![]() |
| Chonie Prysilia (kanan) Produser dari Film Pendek Animasi Roda Pantura dam Lost in Sekaten saat sesi diskusi film. |
YOGYAKARTA – Bekerja sama dengan Klub DIY Menonton, Dinas Kebudayaan DIY menghadirkan Bioskop Jumat yang rutin digelar tiap hari Jumat di Ruang Audiovisual Dinas Kebudayaan DIY.
Bioskop Jumat menjadi program pemutaran film alternatif yang diinisiasi dan difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan DIY. Dalam perjalanannya, Bioksop Jumat banyak mengenalkan tayangan film-film berdurasi singkat yang masih jarang diketahui masyarakat.
Pada Jumat lalu (13/3), Bioskop Jumat menampilkan dua film animasi pendek karya Hizkia Subiyantoro, produksi Hizart Studio. Masing-masing berjudul Roda Pantura yang diproduksi tahun 2016, dan Lost in Sekaten produksi tahun 2019.
Roda Pantura berdurasi 18 menit menceritakan bagaimana lika-liku kehidupan jalur Pantura melalui sudut pandang seorang supir truk.
“Film ini (Roda Pantura) berusaha merekam kehidupan di Kudus tahun 1998 yang terinspirasi dari cerita sutradara kami,” terang Chonie Prysilia produser dari film ini.
Berangkat dari ide yang dimiliki sejak 2014 itu, Roda Pantura berhasil diporduksi secara indpenden hingga memakan waktu dua tahun. Sementara, film Lost in Sekaten berdurasi 22 menit menceritakan serunya perayaan Sekaten yang digambarkan oleh karakter anak-anak.
“Lost in Sekaten sendiri inspirasinya dari adik saya, namanya Bill seorang gamers,” jelasnya.
Berbeda dengan film sebelumnya, ide Lost in Sekaten sudah ada sejak 2012. Pada 2019 baru berkesempatan memproduksi selama empat bulan dengan biaya yang ditanggung oleh Dinas Kebudayaan DIY.
Chonie menjelaskan untuk membuat film animasi yang paling dibutuhkan itu sumber daya manusianya. Tak menutup kemungkinan Hizart Studio membuka peluang kerja sama dengan pihak luar dalam proses produksinya. Seperti yang sudah dilakukan saat memproduksi Lost in Sekaten yang melibatkan mahasiswa MMTC Yogyakarta.
(Muhammad Firdaus Al Hakim)

0 Komentar