Lahan parkir yang berada di Fakultas Ilmu Sosial UNY terpantau padat setiap harinya, dimulai sejak pagi hari hingga siang hari. Kepadatan tersebut terjadi akibat sempitnya lahan parkir dan banyaknya mahasiswa dan civitas akademika yang beraktivitas pada waktu-waktu tersebut. Terjadinya kepadatan lahan parkir, membuat mahasiswa banyak yang melontarkan protes kepada jajaran birokrasi kampus.
Tidak hanya terjadi di FIS, kepadatan lahan parkir juga terjadi di FBS, FE dan fakultas lainnya. Selain karena aktivitas mahasiswa dan dosen yang berlangsung bersamaan, kepadatan lahan parkir juga disebabkan oleh kurangnya lahan parkir yang ada di lingkungan UNY. Pada jam-jam sibuk, seluruh parkiran yang ada di lingkungan UNY terpantau penuh dengan kendaran mahasiswa dan civitas akademika UNY.
Kepadatan lahan parkir di UNY menimbulkan protes dari sebagian mahasiswa UNY, aksi protes tersebut bermula dari cuitan akun twitter @kabarUNY yang mengkritik soal berdirinya patung UNY Kembara yang berada di pintu gerbang rektorat UNY “Mana ada sih UNY punya Pusat Studi yg difasilitasi penuh oleh kampus? Eh tiba2 bikin patung yg ga penting gini. Biar kamu punya jejak sejarah ya pak prof? Kamu punya artefak yg kamu tandatangani peletakannya? Dan itu di muka kampus. Narsis bgt sih, heran”. Cuitan tersebut kemudian di komentari oleh akun twitter @alle_santo “Kudune parkiran di pikirke. Mahasiswa nek meh ngampus binggung golek parkiran”. Akun-akun lain pun kemudian turut mengomentari cuitan tersebut dengan nada-nada protes.
Kepadatan lahan parkir memang bukan baru terjadi kali ini, namun sudah terjadi dari beberapa tahun yang lalu. Akibat hal tersebut, Taman Pancasila sempat menjadi lahan parkir untuk beberapa tahun, namun sejak tahun ajaran baru 2019/2020 dikembalikan lagi fungsinya menjadi taman. Namun pengembalian fungsi Taman Pancasila menjadi apa yang semestinya membuat lahan parkir yang ada menjadi semakin padat lagi. Lahan parkir yang ada sekarang sudah tidak cukup lagi menampung kendaraan mahasiswa dan civitas akademika UNY yang jumlahnya banyak.
Kekurangan lahan parkir ini harus cepat ditangani oleh birokrasi agar permasalahan yang ada tidak berlanjut dan berlarut-larut. Mengingat lahan yang ada di UNY tidak luas dan sudah tidak ada lagi lahan kosong tersedia. Mau atau tidak mau birokrasi harus mengimbangi pembangunan lahan parkir dan pembangunan fasilitas yang menunjang proses belajar mengajar. (Mohammad Fajar Kurniawan).

0 Komentar