Sleman-Pemenuhan kebutuhan terutama pangan adalah hak setiap orang yang wajib dipenuhi. Saat ini, mayoritas masyarakat Indonesia masih menjadikan beras sebagai bahan pangan yang utama. Sehingga, tidak dapat dipungkiri bahwa swasembada pangan secara nasional belum juga terpenuhi yang kemudian menjadikan pemerintah terus melakukan kebijakan impor. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi dan upaya guna menjamin terciptanya ketahanan pangan. Inovasi teknologi pangan terus dikembangkan salah satunya melalui pengembangan produk berbasis tepung lokal.
Hal tersebut diungkapkan oleh Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pangan, Prof. Dr. Mutiara Nugraheni, S.T.P., M.Si. Ia menjelaskan bahwa pengembangan inovasi produk dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat Indonesia. Peningkatan tersebut didapat dari pengembangan produk berbasis tepung lokal.
“Inovasi memiliki peranan penting dalam pengembangan produk nonterigu, nonberas, maupun produk substitusi untuk mengurangi ketergantungan pada terigu dan beras dengan memanfaatkan sifat fungsionalnya. Inovasi juga harus menghasilkan produk yang mencukupi kebutuhan gizi serta memberikan dampak positif bagi kesehatan konsumen sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Mutiara dalam pidato pengukuhan guru besar di Ruang Sidang Utama Rektorat UNY, Sabtu (15/2).
Ia juga menjelaskan bahwa inovasi pengembangan produk berbasis tepung pangan lokal, baik tepung alami maupun yang telah melalui proses modifikasi untuk mencukupi makronutrien dan mikronutrien dalam rangka menguatkan ketahanan pangan dan derajat kesehatan masyarakat Indonesia perlu terus dikembangkan dan dikaji.
“Pengembangan produk berbasis tepung perlu dikembangkan dan dikaji secara menyeluruh agar nantinya ketahanan pangan dan kesehatan masyarakat Indonesia dapat terus menigkat,” pungkasnya. (Helda Herzusinta).

0 Komentar