Pacitan – Selasa (11/2) sekelompok orang yang terhimpun dari organisasi sispala (siswa pencinta alam) KPGR Lebah Gunung MAN 1 Yogyakarta melakukan survei di gua Luweng Ombo. Gua yang memiliki predikat gua dengan lubang tunggal terdalam di pulau jawa ini terletak di Desa Kalak, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan. Survei tersebut dilakukan dalam rangka untuk memecahkan Rekor Muri pengibaran bendera merah putih di gua terdalam.
“Gua ini memiliki kedalaman dari permukaan sampai dasar gua sedalam 126 meter” kata Javan Ade Nurrahmat selaku Koordinator Tim Pemetaan Gua. “rencana kita membutuhkan sekitar 40 personil untuk pelaksanaan kegiatan ini, 15 personil sebagai tim yang turun hingga dasar gua, 20 personil sebagai tim rescue, serta 5 personil sebagai tim support untuk keperluan konsumsi, perlengkapan dan sebagainya. Kegiatan ini membutuhkan dukungan penuh dari pihak sekolah, siswa, serta alumni” begitu imbuh Javan dimana dia juga termasuk anggota acintyacunyata speleological club (ASC) yaitu klub penelusur gua di Yogyakarta.
Kegiatan rekor muri ini akan dilaksanakan tepat di hari ulang tahun Republik Indonesia ke-75 serta hadiah ulang tahun KPGR Lebah Gunung ke-20 pada tahun 2021 mendatang. “pengibaran bendera ini akan kami hadiahkan kepada KPGR Lebah Gunung pada saat acara Reuni Akbar 2 Dekade di tahun depan” ungkap Muhammad Faris Najib sebagai Tim Teknis pada acara Rekor Muri ini.
Lanjut Faris dalam percakapannya “karena gua ini memiliki kedalaman yang lumayan, kami harus menyiapkan para penelusur sejak dini, dari masalah skill dan materi terkait teknik penelusuran gua vertikal sudah harus hafal diluar kepala. Untuk tim penelusur besok kami membutuhkan 15 personil antara lain 5 personil dari anggota muda (siswa kelas 10), 5 personil dari anggota madya (siswa kelas 11), serta 5 personil dari anggota kehormatan (alumni) sekaligus untuk stand by emergency ketika terjadi apa-apa. Persiapan ini memang panjang, menguras pikiran dan tenaga tetapi besar harapan dari kami acara ini bisa memberi motivasi bagi para pencinta alam di seluruh Indonesia untuk selalu mencintai negeri ini dengan segala bentang alamnya” tutup Faris sambil menghisap rokok kretek pada selasa (11/2) siang. (M. Fakhry Ainur R.)

0 Komentar