Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kabupaten Sleman Mulai Kembangkan Sistem Menanam Hidroponik

Warga Desa Sucen yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju, Dusun Triharjo, Sleman, DIY, melakukan penanaman bibit perdana dengan sistem tanam Hidroponik, Selasa (11/2/2020).

Sleman - Seiring berkembangnya waktu serta sempitnya lahan yang bisa digunakan untuk nenanam buah serta sayuran  bagi masyarakat yang tinggal dan menetap diarea perkotaan saat ini, menanam buah maupun sayur-sayuran dengan sistem hidroponik dinilai sebagai salah satu solusi yang tepat bagi sekelompok masyarakat.

Solusi tersebut salah satunya dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju Dusun Triharjo, Desa Sucen, Kecamatan Sleman, Derah Istimewa Yogyakarta, yang mulai menerapkan gerakan “Go Green”, dimana gerakan ini menerapkan sistem tanam hidroponik untuk buah-buahan maupun tanaman sayur. Metode yang digunakan dalam  gerakan “Go Green” tersebut memanfaatkan serta memaksimalkan lahan ataupun ruang kosong yang berada diarea sekitar rumah dengan menggunakan air, pipa, polyback dan bahan bekas lain sebagai media tanamnya, serta penggunaan pupuk organik saat masa pertumbuhan tanaman. Metode hidroponik sendiri menjadi cara tanam yang sedang digemari masyarakat urban, karena dengan cara ini menanam tumbuhan tidak lagi diperlukan lahan dan tanah yang luas. Namun sebelum melakukan penanaman perdana bibit pada lahan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten sleman telah melakukan penyuluhan serta mengadakan pelatihan bagi beberapa Kelompok Wanita Tani (KWT) yang ada diarea Sleman.

Sebagai bukti, pada Selasa (11/2/2020), Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju dusun Sucen melakukan penanaman perdana tanaman sayur dan buah di lahan kosong area sekitar rumah warga. Penanaman buah-buhan serta tanaman sayur ini juga di bantu oleh bapak-bapak perangkat desa, yang memiliki harapan sama untuk menciptakan lingkungan hijau di desa tersebut. “Saat ini masih sedikit sekali warga yang menggunakan sisa lahannya untuk bercocok tanam, untuk itu kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) ini mencoba membudidayakan buah-buahan serta tanaman sayur seperti tomat, sawi, kangkung, cabai dan lain sebagainya”. Kata Ketua Kelompok Wanita Tani Maju desa Sucen, Siti Jumanah di sela-sela penanaman perdana bibit buah-buahan dan tanaman sayur.

Dengan pemakaian sistem tanam hidroponik, diharapkan hasil panen akan baik dengan waktu yang lebih cepat. Tentunya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan salah satunya, ketepatan dalam pemberian nutrisi pada tumbuhan, lalu memperhatikan suhu yang ada diarea tumbuhan, serta intensitas cahaya yang didapatkan oleh tumbuhan tersebut. Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Maju, Siti Jumanah mengatakan,  kegiatan “Go Green” dengan mengembangkan sistem tanam hidroponik pada buah-buhan serta tanaman sayur merupakan langkah nyata dalam gerakan yang ingin di bangun di desa Sucen. Terbentuknya kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) menjadi tempat pemberdayaan wanita  dalam menyediakan sumber makanan atau pangan yang bergizi bagi keluarga. “Saya  memiliki harapan semoga program ini bisa terus berjalan, sehingga warga memiliki ketersediaan bahan pangan yang baik” ujarnya. (Nur Indah  Masita P. K.).

Posting Komentar

0 Komentar