Belajar Bersama Tentang Diri Sendiri di Festival Literasi Kesehatan Mental

"Peserta menuliskan curhatan yang disediakan panitia FLKM"

Minimnya informasi dan kepedulian masyarakat terhadap kesehatan mental saat ini membuat LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Ekspresi UNY menyelenggarakan sebuah kegiatan bertajuk Festival Literasi Kesehatan Mental (FLKM) dengan tema “Tidak Ada Manusia yang Benar-Benar Sendirian”.

Dalam festival tersebut, LPM Ekspresi menyediakan pameran, konseling, diskusi, stand up comedy hingga screening (pemutaran film) kepada para pengunjung. Rangkaian acara tersebut berlangsung pada hari Kamis (30/1/2020), dimulai dari pukul 10.00 hingga 21.30 WIB di Museum Pendidikan Indonesia, Universitas Negeri Yogyakarta.

FLKM sendiri ditujukan untuk mengedukasi para pengunjung, khususya mahasiswa UNY dengan cara yang menyenangkan tentang isu kesehatan mental.

“Misal ada orang-orang yang ternyata disekitar kita terkena gangguan mental kayak stress dan sebagainya, Ekspresi (mengedukasi) dengan cara pameran yang memuat karya terkait isu tersebut, ada juga screening film, dan nanti diskusi (bertema) quarter life crisis, dan ada juga konseling gratis,” jelas Hansa Nabila, Humas FLKM.

Dalam sesi screening, terdapat film yang berjudul “Tinta Pink di Atas Kertas Putih” karya Bunga Nindiah serta “Repost” karya Fera Isnaini untuk ditampilkan kepada para pengunjung. Kedua film tersebut tentunya menambah kesadaran pengunjung akan pentingnya memelihara kesehatan jiwa yang bisa dilakukan dengan cara simple seperti berterimakasih kepada diri sendiri.

Selain itu, FLKM juga menyediakan “Mari Berbagi Kisah” kepada para pengunjung. Dalam “Magi Berbagi Kisah”, pengunjung dapat menuliskan apapun yang mereka rasakan (curhatan, sambatan, dll.) pada kertas atau kain putih yang telah diletakkan di area pameran. Hal tersebut merupakan salah satu daya tarik para pengunjung di festival tersebut.

“Teman-teman UNY juga banyak yang datang, animonya juga bagus, bisa dilihat dari Mari Berbagi Kisah, banyak yang menulis disana. Juga banyak yang ikut screening film,”ucap Hansa.

Hansa berharap FLKM merupakan langkah awal untuk belajar bersama untuk mengenal diri sendiri serta menambah pengetahuan seputar kesehatan mental kepada mahasiswa UNY.

Kedepannya, Ekspresi akan terus mewadahi kebutuhan mahasiswa UNY terkait isu-isu yang harus dibahas seperti kesehatan mental, entah dalam bentuk diskusi atau festival seperti FLKM.

“Ekspresi bikin diskusi itu menyesuaikan kebutuhan-kebutuhan dari temen-temen UNY, tergantung ada isu apa. Misal temen-temen banyak nih yang gelisah sama kesehatan mentalnya sendiri, ya kita (Ekspresi) akan mewadahi kegelisahan temen-temen dengan acara (FLKM) ini,” jelas Hansa. (Rega Doyosi).

Posting Komentar

0 Komentar