Mencari Rezeki Walau Rawan Terinfeksi



Saat ini Indonesia sedang mengalami masa-masa sulit menghadapi pademik global COVID-19. Himbauan untuk bekerja dari rumah yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (15/3) tentu saja tidak bisa serta merta dapat dilakukan oleh seluruh masyarakat. Dalam pidatonya presiden juga menghimbau kepada kepala daerah agar menetapkan status daerahnya masing-masing. 

Di Yogyakarta sendiri, pemerintah daerah belum menetapkan persebaran virus ini sebagai KLB. Walaupun beberapa instansi dan perusahaan sudah mulai bergerak kearah sistem kerja dari rumah, namun masih banyak yang harus melakukan pekerjaanya seperti biasa. Salah satunya Nurul Asfi, seorang mahasiswi yang juga bekerja sebagai Barista di Tekoff. 

Ditengah persebaran virus yang terus meluas di Indonesia. Nurul Asfi mengaku cukup khawatir karena customer tempat ia bekerja tidak hanya berasal dari warga lokal tetapi juga turis mancanegara. “Selain dituntut untuk menjaga hospitality, kita sebagai barista juga tidak mungkin untuk menjaga jarak dengan customer. Kebetulan, di tempat saya bekerja, beberapa langkah preventif sudah dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus corona”, tuturnya.

Kebijakan Tekoff perihal Covid-19
Tekoff sendiri sudah berupaya untuk membuat kebijakan agar para barista dan customer bisa tetap beraktifitas dengan nyaman, seperti dibawah ini.

Covid-19/Corona virus sudah semakin mengalami peningkatan, utuk itu kami akan mengambil beberapa langkah untuk keamanan kita bersama tentunya.
  1. Tekoff untuk sementara waktu akan buka seperti biasanya
  2. Beberapa acara di Tekoff akan diundur, hingga kondisi normal kembali
  3. Jika kamu merasa sedang sakit atau sedang tidak enak badan, silahkan menggunakan masker ketika berkunjung ketempat kami
  4. Kami menyediakan Hand Snitizer, silajkan digunakan semestinya
  5. Semua menu minuman akan kami hidangkan menggunakan “papper cup & plastic cup”

Mari kita mulai dari kita sendiri, tetap jaga kesehatan dan kebersihan.

Pencegahan Penyebaran Saat Bekerja
Nurul menegaskan bahwa langkah-langkah yang ia tempuh untuk mencegah penyebaran Covid-19 hampir sama dengan yang dianjurkan banyak ahli medis. Mulai dari rajin cuci tangan, banyak minum air putih, buah dan vitamin, juga sepedaan tiap pagi. 

“Sekarang juga jadi doyan minum jamu. Karena kebetulan banyak dokter juga yang main ke tempat kerja saya, banyak dari mereka yang menyarankan untuk minum minuman herbal,” ucapnya. 

Nurul juga mengatakan sebagai pekerja yang tidak bisa Work-from-home, dilarang untuk panik, karena pada dasarnya mayoritas yang meninggal karena corona adalah mereka yang terlalu balita atau mereka yang terlalu tua. “Jadi, selama imun kita sebagai usia produktif bagus, kemungkinan untuk terkena virus kecil”, sambungnya.

Harapan untuk Pemerintah
Mayarakat pada saat ini tentu saja mengharapkan upaya lebih dari pemerintah agar dapat menangani wabah ini dengan baik. Jika hanya meminta masyarakat bekerja dari rumah tanpa ada strategi, upaya dan jaminan khusus tentu akan terasa sulit.

Menurut Nurul, Pemerintah harus lebih bijak dalam ambil keputusan. Produktivitas pegawai tidak serta merta menjadi tujuan utama. Keselamatan dan kemaslahatan publik harus menjadi prioritas. 

“Lagipula sudah banyak alternatif atau bahkan aplikasi yang memungkinkan untuk para pekerja melakukan pekerjaan dari rumah. Pun jika memag benar-benar tidak bisa dikerjakan dari rumah, pemerintah selayaknya membuat kebijakan yang memberikan jaminan keamanan dan kesehatan bagi para pegawai untuk tidak terjangkit virus”, ungkapnya.

(Satiya Paradita)

Posting Komentar

0 Komentar