Insovia, Berawal Dari Hobi Jadi Profesi

(Workspace Insovia di kediaman Yuda, yang juga merupakan kantornya. Dok/Yuda)

Akan terdengar menyenangkan, ketika anda memiliki sebuah hobi yang ternyata menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan, lebih-lebih kemudian menjadi profesi. Katakanlah anda suka menggambar dan kini menjadi seorang desainer. Itulah yang terjadi pada seorang Yuda, mengklaim dirinya sarjana tata boga namun kini putar balik 180 derajat menjadi seorang desainer. 

Tidak asing bagi sebagian orang ketika mendengar sebuah utas seseorang, yang membagikan cerita dari hobi yang kemudian hobi tersebut menghasilkan bahkan menjanjikan. Misalnya, anda senang memasak dan kini berprofesi menjadi chef di restoran, atau anda suka bermain bola, kini menjadi atlet sepakbola, dan banyak lagi. Tentu hal ini sangat menyenangkan dan asik terdengar ketika hobi menjadi ladang memperoleh penghasilan,.anda tentu akan lebih enjoy melakukan pekerjaan tersebut.

Berawal dari keisengan menggambar, kini Yuda sukses menjadi seorang desainer grafis. Ya, pada awalnya Yuda mengaku hanya iseng menggambar, bahkan ia tidak memiliki background seorang seniman atau pandai menggambar, semuanya ia peroleh secara otodidak. Kemudian, berjalannya waktu, Yuda memilih untuk fokus pada salah satu genre desain, yaitu logo esport

Yuda melabeli produknya dengan nama Insovia. Jadi bisa dibilang, Insovia ini merupakan sebuah usaha industri kreatif masa kini yang basisnya digital yaitu desain ilustrasi. “Seseorang yang menggeluti bidang desain biasanya punya ciri khas masing-masing” ucap Yuda, untuk Insovia sendiri memiliki style ilustrasi yang unik, mayoritas logonya bernuansa ekstrim layaknya monster beraliran metal, hal ini bukan tanpa sebab karena dibalik itu, Yuda merupakan penikmat musik genre metal. 

Bukan main, pasar desain logo esports ini lingkupnya skala internasional. Yuda menuturkan bahwa memang desain grafis lebih memiliki pasar dan lebih dihargai di luar negeri daripada di Indonesia, itu sebabnya banyak desainer-desainer lokal yang memilih berkiprah dalam lingkup internasional. 

Mungkin anda bertanya-tanya bagaimana hasil dari sekadar menggambar, apakah betul menjanjikan. Siapa sangka, omset mencoret-coret dengan media digital ini bisa mencapai jutaan bahkan puluhan juta dalam sebulan. “Kalo omset tergantung projeknya ya, setiap bulan ya sekitar 5 jutaan” ucap Yuda. Bahkan ia menyampaikan pendapatan terbesar bisa mencapai 15 juta hanya untuk beberapa projek logo. 

Begitu menggiurkan bukan melihat prospek bisnis ini, hanya bermula dari keisengan kemudian hobi dan akhirnya menghasilkan. Bisa saja anda pun demikian. Terlebih di era serba digital saat ini, apapun bisa menjadi peluang bisnis menjanjikan, yang terpenting adalah menekuni hal-hal positif, dan setiap orang pasti memiliki caranya masing-masing untuk mengeksplor hobi tersebut. 

(Yoga Rinestu)

Posting Komentar

0 Komentar