Gaya Hidup Konsumsi Bubble Tea: Enak Sih Tapi Bahaya



Mana yang menjadi pilihan masyarakat? Air putih? Atau Minuman dengan topping yang disebut Bubble Tea? Banyak dari masyarakat yang menjawab minuman Bubble Tea, salah satunya Arini yang merupakan mahasiswa disalah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta.  Mengapa demikian? Apa sebenarnya Bubble Tea dan apa dampaknya? Semengerikan apa dampak konsumsi Bubble Tea yang berlebihan? Para pengonsumsi Bubble Tea wajib banget mengetahui tentang dampak-dampak buruk yang ditimbulkan minuman manis yang berdampat jahat ini.

Mungkin minuman Bubble Tea sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat. Minuman dengan berbagai macam varian rasa dan diberi toping Bubble Tea yang kenyal dan manis yang menambah citarasa minuman. Jika dihadapkan pada dua pilihan minuman, Arini akan lebih memilih minuman Bubble Tea dibanding air putih karena dianggap membosankan dan bahkan tak ada rasa apapun yang bisa dinikmati selain rasa hambar. “aku kalo disuruh milih Bubble Tea sama air putih, ya pilih Bubble Tea. Dulu seminggu bisa tiap hari minum” Jelasnya. Tetapi, belakangan ini si pecinta Bubble Tea memutuskan untuk mengurangi konsumsi pada minuman tersebut. “aku udah tekad mau kurangin konsumsi Bubble Tea berlebihan, soalnya sekarang merasa jadi kecanduan dan bikin badanku gak bagus. Apalagi ada riwayat diabetes dikeluargaku, dan aku udah merasakan gejalanya. Sering pusing juga. Terus tiba tiba lemes.” Ungkapnya. Badan yang mulai cepat merasa sakit dan lelah, jerawat yang mulai bermunculan. Apakah gaya hidup yang seperti ini yang diharapkan Arini? Tentu saja tidak. Namun, terlena dengan rasa enaknya kemudian lupa tentang hal buruk yang akan terjadi pada tubuhnya.

Bubble Tea jika dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan gangguan dalam tubuh atau bahkan muncul penyakit. Pertama, tentu saja dapat menyebabkan gangguan pencernaan yang dikarenakan dari bahan dasar Bubble Tea itu sendiri adalah tepung tapioka yang cukup sulit untuk dicerna. Kedua, minuman manis ini dapat menyebabkan obesitas dan diabetes yang disebabkan oleh gula yang terkandung dalam minuman. Bagi wanita, dampak dari konsumsi Bubble Tea berlebih ialah kelak setelah melahirkan, akan mengalami peningkatan berat badan yang cukup drastis. Ketiga, pernah gak terfikirkan bahwa ternyata si Bubble Tea ini dapat menjadi salah satu penyebab adanya gangguan jantung dan kerusakan hati yang lagi dan lagi disebabkan oleh si gula. Yang terakhir, dapat menyebabkan munculnya jerawat. 

“Aku juga baru sadar setelah baca artikel, ternyata selama ini sumber jerawatku tuh dari si Bubble Tea ini, setelah aku kurangin dan lebih banyak minum air putih aku rasa badanku enakan sih. Muka juga jauh lebih bersih lah istilahnya” tambah Arini pada saat diwawancarai dirumahnya pada Selasa, 3 Maret 2020. Ia kini lebih menjaga diri dengan rajin berolahraga dan mengkonsumsi air putih lebih banyak. Gula memanglah nikmat untuk dikonsumsi dan menimbulkan rasa ingin lagi dan lagi. Tapi dibalik kemanisannya, bila dikonsumsi tanpa aturan, hanya penyakit yang akan didapat. 

Bagaimana jika terlanjur candu? Coba untuk hidup sehat dengan megurangi konsumsi minuman manis seperti Bubble Tea dan mulai biasakan diri untuk mengkonsumsi air putih minimal 8 gelas perhari dan berolahraga. Makan makanan yang bergizi juga mampu membantu mencegah dampak buruk dari gula. Gaya hidup sehat dapat dijalankan ketika kita mau dan niat. Berat? Tentu saja. Tapi manfaat yang dirasakan untuk tubuh sangat bagus. Yuk mari mulai dari sekarang berusaha menciptakan gaya hidup sehat. (Kiki Salma A).

Posting Komentar

0 Komentar