Fried Chicken Cak Yunus Tak Lekang Oleh Waktu

Ayam Goreng Crispy Cak Yunus. Foto: Nur Yasmin

Hm~ Siapa yang bisa menolak kenikmatan ayam goreng crispy? Dari aromanya saja lidah kita sulit untuk tidak menolak mencicipi. Apalagi dengan baluran tepung menambah kerenyahan kulit ayam goreng tersebut, makin membuat perut keroncongan. 

Salah satu usaha Fried Chicken yang masih ramai malah semakin viral karena adanya media sosial ialah Fried Chicken Cak Yunus. Lokasi warung Fried Chicken Cak Yunus ini strategis banget. Berada di Jalan Sultan Agung Yogyakarta, berjarak kurang lebih 1 kilometer dari pusat keramaian 0 Kilometer Yogyakarta. Tidak susah mencari letak tenda makan Cak Yunus yang berada di pinggiran jalan besar dan tepat di belakang Halte bus Trans Jogja, semakin membuat tenda makan ini mudah dijangkau oleh para pembeli.

Fried Chicken Cak Yunus ini bisa dibilang spesial. Memiliki ukuran ayam yang besar, lalu harganya murah dan memiliki rasa yang pas. Jadi disini ada beberapa paket yang ditawarkan, dapat satu porsi nasi dan satu potong bagian ayam atau mau memesan ayamnya saja juga bisa. Pilihannya ada sayap, dada, paha atas, dan paha bawah. Harganya mulai dari Rp 8.500 hingga Rp 10.000. Belum termasuk dengan minum yang berkisar dari Rp 1.000 hingga Rp 3.000. Harga yang sangat terjangkau untuk mendapatkan kenikmatan ayam goreng crispy.

Ayam ini memiliki cita rasa bumbu yang pas, bumbunya meresap hingga ke daging terdalamnya karena sebelum ayam digoreng memang diungkep selama satu jam. Lalu  memiliki tekstur daging yang sempurna, kulit crispy yang garing di luar dan daging yang super lembut dan juicy. Ternyata bisa memiliki tekstur seperti itu karena dilakukan penggorengan sebanyak tiga kali. Walaupun penggorengan dilakukan sebanyak tiga kali namun hasil dari ayam goreng cripsy tidak terlalu berminyak dan tetap garing renyah.

Fried Chicken Cak Yunus ini didampingi oleh sambal tomat dan lalapan. Sambal tomatnya memiliki cita rasa pedas manis dan lalapannya timun yang segar. Dimakan dengan nasi hangat semakin nikmat. Makannya menggunakan tangan langsung, nasi, ayam, sambal dan lalapan bersatu membangun kenikmatan yang pas di mulut.

Dikarenakan warung yang tidak terlalu besar dan cukup sederhana. Jika terlalu banyak orang membuat suasana menjadi panas dan tidak nyaman. Lalu lahan parkir kendaraan yang terbatas juga karena lahan yang seadanya. Parkir kendaraan yang terlalu banyak bisa sampai ke bahu jalan sehingga dapat mengganggu lewatnya bus Trans Jogja. Karena hal tersebut tenda makan Cak Yunus sempat diberi peringatan oleh pemerintah daerah setempat untuk tidak parkir sampai ke bahu jalan.

Walaupun baru viral akhir-akhir ini ternyata Fried Chicken Cak Yunus ini sudah berjualan sejak tahun 1999, kemudian Cak Yunus memiliki 3 cabang tenda makan pada saat itu. “Karena satu dua hal alasan, tenda-tenda makan saya terpaksa tutup satu demi satu, kemudian pindah untuk mencari lokasi baru, lokasi tenda makan yang sekarang ini.” Ujar Cak Yunus. Cak Yunus membuka tenda makan non-stop 24 jam, sehingga membuat shift kerja dibagi menjadi 4 kali untuk para pegawainya.

Jika ingin mencoba Fried Chicken Cak Yunus maka harus datang langsung, karena tidak tersedia di aplikasi ojek online. Satu lagi, hindari datang saat jam makan siang atau makan malam, karena antrian bisa sangat panjang. Paling sial adalah saat ayamnya masih proses digoreng, atau ayamnya sedang habis masih dalam proses bumbui. Alasan tersebut yang beberapa kali aku alami saat ingin makan disini, datang di waktu yang tidak tepat. 

(Nur Yasmin)

Posting Komentar

0 Komentar