Diberlakukannya Lockdown, Mall Paragon Solo Sepi Pengunjung

Suasana mall paragon solo

SOLO - Kebijakan pemkot untuk melakukan lockdown dikarenakan adanya suspect virus korona berusia 59 tahun yang meninggal pada Jumat,13 Maret di Rumah Sakit Umum Moewardi. Maka dari itu tindakan untuk melakukan lockdown segera diambil untuk bisa meminimalisir adanya penularan virus korona.

Sejak dikeluarkannya surat edaran Kejadian Luar Biasa (KLB) oleh Pemkot Solo per tanggal 14 Maret 2020 mengakibatkan terbatasnya mobilitas masyarakat yang berdampak pada sepinya kunjungan di tempat umum. Tidak terkecuali Mall Paragon yang merupakan salah satu Mall terbesar di kota Solo. Lockdown yang baru saja digaungkan ditaati dengan baik oleh masyarakat namun dengan adanya lockdown, menyebabkan penurunan omset serta jumlah pengunjung mall itu sendiri.

“kerasa banget mbak, yang biasanya rame sekarang bisa diitung jari yang datang ke outlet saya” ungkap salah Hendrik, seorang penjual makanan yang berada di foodcourt Mall Paragon. Hal ini membuktikan bahwa kebijakan yang berlaku tidak sedikit merugikan berbagai pihak. 

Tidak berhenti di situ saja, akibat dari sepinya pengunjung mengakibatkan banyak outlet-outlet atau store yang lebih memilih untuk menutup usaha mereka hingga waktu yang belum dapat ditentukan namun ada juga yang masih membuka usaha mereka hanya saja membatasi jam kerja operasional. Namun dari pihak Mall tidak tinggal diam, dalam waktu dekat akan ada agenda penyemprotan disinfektan secara menyeluruh di setiap sudut dan sisi mall ketika kondisi memungkinkan.

Solo masih akan terus waspada hingga benar-benar bersih dari virus korona. Untuk pemberlakuan surat edaran KLB masih akan berlanjut hingga waktu yang belum ditentukan.


(Hasdiana Safitri)

Posting Komentar

0 Komentar