“Seminar Pra Muktamar di UMY: Kemandirian Ekonomi Berbasis Filantropi”

Suasana seminar pra muktamar di UMY

Yogyakarta – Seminar Pra Muktamar yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta hari ini (15/02), berlangsung sebagai salah satu rangkaian Muktamar Muhammadiyah yang akan dilaksanakan pada 1-5 Juli 2020 di Surakarta.

Agenda Seminar Pra Muktamar ini merupakan acara setiap 5 tahun yang dilaksanakan menjelang Muktamar. Pada Seminar Pra Muktamar kali ini mengangkat tema “Kemandirian Ekonomi Berbasis Filantropi” dengan tujuh orang pemateri yakni Dr. Anggito Abimanyu, M.Sc, Dr. Aries Muftie, Prof, Dr, H. Bambang Sudibyo, Dr. Lilies Setiartiti, Prof. Amelia Fauzi, Prof. Dr. Dian Masyita dan yang terakhir Prof. Dr Hilman Latief.

Dalam seminar ini pembicara menjelaskan bagaimana ekonomi basis filantropi dapat mendorong kekuatan ekonomi warga Indonesia. Terutama bagi Muhammadiyah yang memiliki potensi filantropi yang tinggi dengan cara menggali potensi filantropi para pengikut dan simpatisan serta dari para pegawai yang bekerja dibawah atap Muhammadiyah seperti rumah sakit, badan amal, sekolah, perguruan tinggi dan lainnya. Selain itu, potensi wakaf sebagai salah satu pondasi perserikatan Muhammadiyah hingga saat ini masih belum bisa dioptimalkan untuk memperoleh profit dikarenakan 90 persen tanah wakaf yang ada di Indonesia digunakan untuk sarana non-profit seperti makam, masjid pesantren dan lainnya. 

“Tidak ada kemerdekaan tanpa kemandirian” ujar Lilies Setiartiti dalam materi yang ia sampaikan. Dengan artian masih banyak warga Indonesia yang belum bisa memajukan perekonomian dengan tegak di kaki sendiri. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya saudagar atau orang terkaya di Indonesia tidak di dominasi oleh pribumi itu sendiri.

Dengan upaya Muhammadiyah dalam mengembangkan ekonomi berbasis filantropi diharapkan Indonesia dapat merasakan perubahan dalam perekonomian dimasa yang akan datang. (Hasdiana Safitri).

Posting Komentar

0 Komentar