Sabtu, 8 Februari 2014 20:28 WIB
Yogyakarta-Telah berlangsung sebuah festival besar selama 8 hari di Ketandan, Yogyakarta. Festival ini adalah festival masyarakat Tionghoa yang ada di Yogyakarta untuk merayakan imlek. Meski demikian, festival ini tak hanya menaikkan pendapatan masyarakat Tionghoa namun juga Masyarakat lokal yang bukan Tionghoa.
Salah satu penjual telur gulung, Wahyu Santoso, kepada redaksi, Sabtu, menceritakan bahwa ia dan keempat saudaranya yang juga membuka tenant makanan disana merasakan perbedaan pendapatan yang sangat signifikan yaitu 5 kali lipat dibandingkan hari biasa mereka berjualan di pinggir jalan.
Keempat saudara tesebut membuka tenant makanan karna makanan dianggap yang paling dicari oleh pengunjung. Mereka membuka jenis makanan ringan yang berbeda tutur Wahyu. (Fitri Adinda).

0 Komentar